Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter di beberapa wilayah perairan Indonesia. Kondisi ini diprediksi berlangsung mulai Sabtu, 21 Februari 2026, dan berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal-kapal berukuran kecil.
Penyebab dan Wilayah Terdampak
Menurut analisis BMKG, peningkatan tinggi gelombang ini disebabkan oleh pola angin yang signifikan di sejumlah perairan. Pola angin dominan bergerak dari Barat Daya-Barat Laut dengan kecepatan 15-25 knot di sebagian besar wilayah Indonesia. Kecepatan angin yang tinggi ini memicu terbentuknya gelombang laut yang kuat.
Beberapa wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi antara 2,5 hingga 4 meter meliputi Samudra Hindia selatan Jawa, perairan selatan Bali hingga Nusa Tenggara Barat, Laut Natuna Utara, dan perairan Kepulauan Anambas-Natuna. Selain itu, BMKG juga memantau potensi gelombang serupa di Selat Makassar bagian selatan dan Laut Flores.
Imbauan untuk Keselamatan Pelayaran
Menyikapi kondisi ini, BMKG mengimbau seluruh operator kapal, nelayan, dan masyarakat yang beraktivitas di laut untuk meningkatkan kewaspadaan. Khususnya bagi kapal-kapal berukuran kecil seperti perahu nelayan dan kapal feri rute pendek, sangat disarankan untuk menunda keberangkatan hingga kondisi cuaca membaik.
“Kami mengimbau masyarakat nelayan dan operator kapal kecil untuk tidak memaksakan diri melaut jika kondisi gelombang tinggi. Prioritaskan keselamatan. Selalu perbarui informasi cuaca dari BMKG sebelum berlayar,” ujar Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Dr. Rina Agustina, pada Jumat (20/2/2026).
BMKG juga menyarankan agar pihak terkait, seperti Syahbandar dan otoritas pelabuhan, dapat mempertimbangkan penutupan sementara jalur pelayaran tertentu jika kondisi gelombang dinilai sangat membahayakan. Para nakhoda kapal diimbau untuk selalu memeriksa kelengkapan alat keselamatan dan memastikan kondisi kapal prima sebelum berlayar.
Dampak Potensial dan Langkah Antisipasi
Potensi gelombang tinggi ini tidak hanya berisiko terhadap keselamatan jiwa, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas penangkapan ikan dan distribusi logistik melalui jalur laut. Beberapa rute penyeberangan feri antar pulau juga berpotensi mengalami penundaan atau pembatalan jadwal.
Masyarakat pesisir di wilayah yang terdampak juga diminta untuk waspada terhadap potensi rob atau gelombang pasang yang dapat terjadi akibat kombinasi gelombang tinggi dan pasang air laut. BMKG akan terus memperbarui informasi cuaca maritim secara berkala dan mengimbau publik untuk mengakses informasi resmi melalui kanal-kanal BMKG.
