Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan potensi hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Kalimantan Barat. Peringatan ini berlaku mulai Jumat, 20 Februari 2026, dan diperkirakan akan berlangsung hingga Minggu, 22 Februari 2026, mengancam keselamatan aktivitas maritim di wilayah tersebut.

Wilayah Terdampak dan Penyebab

Menurut data dari Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi signifikan meliputi Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Anambas-Natuna, dan Selat Karimata bagian utara. Kondisi ini dipicu oleh pola angin kencang yang konsisten, dengan kecepatan mencapai 20 knot, serta adanya pusat tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan yang memengaruhi dinamika atmosfer di perairan Indonesia bagian barat.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, Bapak Budi Santoso (nama fiktif untuk simulasi), dalam keterangannya pada Kamis (19/2), menyatakan, “Pola angin yang kuat dan persisten ini menciptakan energi gelombang yang cukup besar. Kami mengimbau seluruh pelaku pelayaran untuk sangat berhati-hati dan memantau informasi cuaca terbaru.”

Dampak dan Imbauan Keselamatan

Gelombang setinggi 2,5 meter dikategorikan berbahaya bagi sejumlah jenis kapal. Perahu nelayan tradisional dan kapal tongkang berukuran kecil sangat rentan terhadap kondisi ini. BMKG secara khusus meminta nelayan untuk menunda aktivitas melaut jika kondisi cuaca tidak memungkinkan demi menghindari risiko kecelakaan laut.

Selain itu, operator kapal feri dan kapal kargo yang melintasi rute-rute di perairan terdampak juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, memeriksa kelayakan kapal, dan mempertimbangkan penyesuaian jadwal pelayaran. Masyarakat pesisir juga diminta untuk tetap waspada terhadap potensi dampak tidak langsung seperti abrasi atau pasang tinggi yang dapat memengaruhi daerah pantai.

Langkah Mitigasi dan Pemantauan Berkelanjutan

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat berkoordinasi untuk menyosialisasikan peringatan ini kepada masyarakat luas, terutama di daerah-daerah pesisir yang rentan. BMKG akan terus memperbarui informasi prakiraan cuaca maritim secara berkala melalui kanal-kanal resmi mereka. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak bersumber dari otoritas resmi.

Kondisi cuaca ekstrem seperti gelombang tinggi ini merupakan fenomena yang perlu diwaspadai mengingat potensi kerugian material dan korban jiwa yang bisa ditimbulkan. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.