Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya melakukan kunjungan kerja ke Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, pada Minggu (15/2) hingga Senin (16/2). Kunjungan ini berfokus pada penyelarasan program pusat dan daerah serta percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan tersebut.
Mantan Wali Kota Bogor itu disambut langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Pemantauan Infrastruktur dan Destinasi Unggulan
Pada hari pertama kunjungan, Minggu (15/2), Wamendagri Bima Arya meninjau sejumlah destinasi pariwisata unggulan Nusa Penida. Lokasi yang dikunjungi meliputi Pantai Kelingking, Broken Beach (Pasih Uug), Crystal Bay, hingga fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Desa Sakti.
Pemantauan berlanjut pada hari kedua, Senin (16/2), dengan fokus pada titik-titik vital pelayanan publik dan konektivitas. Bima Arya meninjau Pasar Mentigi, RSUD Gema Santi, SWRO Ceningan, serta Jembatan Kuning yang menghubungkan Pulau Lembongan dan Ceningan.
Prioritas Pembangunan dan Harapan Daerah
Dalam pertemuan dengan Wamendagri, Bupati Klungkung I Made Satria memaparkan prioritas percepatan infrastruktur dasar. Pihaknya mengandalkan dukungan Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dan Air Minum.
Mengingat status Nusa Penida sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Bupati Satria berharap kunjungan ini dapat membuahkan dukungan konkret dari pemerintah pusat. “Kami sangat berharap dukungan untuk perbaikan akses jalan induk menuju destinasi wisata di Nusa Penida. Selain itu, kebutuhan air bersih juga akan semakin meningkat seiring perkembangan sektor pariwisata,” ujar Bupati Satria.
Komitmen Wamendagri untuk Nusa Penida
Menanggapi paparan tersebut, Wamendagri Bima Arya mengaku terkesan dengan potensi alam Nusa Penida yang luar biasa. Namun, ia juga memberikan catatan kritis mengenai infrastruktur yang dinilai belum optimal menunjang daya tarik kawasan.
Sebagai langkah solutif, Bima Arya berkomitmen mendampingi Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam mengakses berbagai opsi pendanaan. “Saya insyaallah akan membantu mendampingi Pemkab Klungkung untuk mencari sumber pendanaan alternatif dari berbagai opsi. Ini harus cepat agar momentum meningkatnya kunjungan wisatawan bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah,” tegas Bima Arya.
Lebih lanjut, Bima Arya mendorong pematangan konsep Green Island Nusa Penida. Konsep ini harus terintegrasi dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar pembangunan berjalan terstruktur dan berkelanjutan. Ia juga berencana mengusulkan Nusa Penida kepada Menteri Pariwisata agar masuk dalam Program Destinasi Super Prioritas.
“Kita pilih beberapa titik dan bangun ekosistemnya secara menyeluruh, bukan hanya promosinya. Kemendagri memiliki dana insentif fiskal sekitar Rp5 triliun. Nanti akan kita lihat kemungkinan dukungannya, termasuk untuk penanganan kemiskinan dan stunting,” pungkas Bima Arya.
