Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) memproyeksikan penyerapan uang kartal mencapai Rp4,5 triliun selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 di Sulawesi Selatan. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, menyatakan, “Proyeksi tersebut meningkat sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (2025).” Ia menjelaskan, peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai untuk transaksi ritel dan tradisi berbagi selama Ramadan.
Menurut Rizki, peningkatan kebutuhan uang kartal merupakan pola musiman yang terjadi setiap Ramadan dan Idul Fitri. Oleh karena itu, BI Sulsel telah menyiapkan langkah antisipatif guna memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah dan kualitas yang memadai.
BI Siapkan 120 Titik Penukaran
Untuk mendukung kelancaran layanan penukaran, BI Sulsel menyiapkan 120 titik penukaran uang pecahan Rupiah yang tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Selatan. Titik-titik penukaran tersebut meliputi kantor perbankan, kas keliling, serta lokasi-lokasi strategis yang mudah dijangkau masyarakat.
Rizki menjelaskan, penyediaan titik penukaran ini bertujuan memudahkan masyarakat memperoleh uang pecahan layak edar, sekaligus mengurangi kepadatan penukaran di satu lokasi tertentu. “Proyeksi Rp4,5 triliun ini mencerminkan tingginya aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai,” ujar Rizki.
BI juga memastikan seluruh uang yang diedarkan berada dalam kondisi baik dan sesuai standar. Selain itu, BI Sulsel mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan penukaran resmi dan melakukan penukaran secara bijak sesuai kebutuhan.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi uang kartal dan menjaga stabilitas sistem pembayaran selama Ramadan 1447 H. Dengan kesiapan uang kartal dan jaringan penukaran yang luas, BI Sulsel optimistis kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri dapat terpenuhi, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di Sulawesi Selatan.
