Pembalap Marco Bezzecchi menghadapi awal balapan yang penuh kekacauan pada Sprint MotoGP Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez, Sabtu. Memulai dari posisi keempat, Bezzecchi secara tak terduga terlempar jauh hingga posisi ke-17 hanya beberapa saat setelah lampu hijau menyala.

Insiden bermula dari selembar plastik pelindung visor helm (tear-off) yang tersangkut di bagian depan motornya. Dalam tayangan ulang, benda tersebut terlihat terinjak saat start, yang secara signifikan mengganggu akselerasi Bezzecchi.

Bezzecchi menduga tear-off itu berasal dari Alex Marquez, namun Alex membantah dan menyatakan dirinya melepas pelindung visor di tikungan terakhir. “Ini jelas bukan cara terbaik untuk memulai balapan,” ujar Bezzecchi kepada MotoGP.com.

“Saya tidak melihat tear-off itu. Awalnya tersangkut di fairing depan, lalu saat saya berhenti di grid, benda itu jatuh dan masuk ke bawah motor.” Ia menambahkan bahwa insiden seperti ini sangat sulit diprediksi dan berada di luar kendali pembalap.

Kondisi Cuaca Rumit dan Strategi Bertahan Hidup

Balapan Sprint di Jerez berlangsung dalam kondisi cuaca yang berubah-ubah, membuat strategi semakin kompleks bagi para pembalap. Bezzecchi mengaku sulit memperkirakan hasil yang bisa diraih jika start berjalan normal.

“Dalam kondisi kering, mungkin saya bisa bertahan di lima atau enam besar. Tapi dengan kondisi seperti ini, semuanya jadi soal bertahan hidup,” ujarnya. Perubahan cuaca yang cepat, ditambah momen pergantian motor di pit lane, menjadi faktor lain yang menyulitkan banyak pembalap.

Persaingan Ketat Menanti di Balapan Utama

Menatap balapan utama hari Minggu, pembalap Aprilia Racing itu menilai persaingan akan tetap ketat. Ia menyebut sejumlah nama seperti Marc Marquez, Alex Marquez, dan Fabio Di Giannantonio sebagai pesaing utama.

Rekan setimnya, Jorge Martin, juga dinilai memiliki kecepatan untuk bersaing meski start dari posisi ke-10. Selain itu, performa tim Honda serta Johann Zarco turut menjadi perhatian. “Banyak pembalap yang cepat. Target saya tetap menjalani balapan yang bagus,” kata Bezzecchi.

Jatuh Akibat Ban Depan Dingin

Tak hanya start buruk, Bezzecchi juga mengalami crash dalam Sprint. Ia memastikan tidak mengalami cedera, namun mengakui kehilangan grip akibat suhu ban depan yang belum optimal setelah pergantian motor.

“Saya masuk dengan motor kedua, tapi ban depan mungkin masih terlalu dingin. Saat menikung di tikungan dua, saya kehilangan bagian depan,” jelasnya. Meski Sprint berjalan jauh dari harapan, Bezzecchi optimistis bisa bangkit di balapan utama jika mampu start lebih bersih tanpa gangguan serupa.