Jenama fesyen lokal Yogi Studio by The Blew asal Bandung kini tak hanya dikenal di Tanah Air, namun juga telah berhasil menembus pasar mode internasional. Dengan koleksi unik yang mengutamakan kualitas handmade dan detail bordir eksklusif, Yogi Studio menunjukkan potensi besar UMKM kreatif Indonesia.
Dirintis sejak tahun 2017 oleh Yogi, jenama ini bermula dari keberanian mengambil langkah usaha secara nekat, namun tetap disertai perhitungan dan pemahaman bisnis yang matang. Sejak awal berdiri, Yogi Studio by The Blew memposisikan diri sebagai ruang kreatif independen yang mengutamakan kualitas jahitan setara tailor, bukan produksi massal.
Pendekatan tersebut membuat setiap koleksi diproduksi dalam jumlah terbatas, memberikan nilai eksklusivitas bagi pelanggan. “Setiap produk kami dibuat dengan detail dan jumlah terbatas, sehingga pelanggan merasa lebih personal dan tidak khawatir akan kesamaan busana dengan orang lain,” papar Yogi.
Yogi Studio by The Blew dikenal dengan beragam koleksi unik yang mengadaptasi season perayaan di Indonesia, seperti Natal, Imlek, dan Idul Fitri. Menyambut Tahun Baru Imlek 2026, Yogi Studio menghadirkan koleksi dengan nuansa meriah dan elegan.
Selain desain khusus, pelanggan juga dapat memanfaatkan layanan kustomisasi warna dan ukuran, termasuk untuk kebutuhan busana seragam keluarga. Jenama ini juga telah menyiapkan sekitar 30 desain baru untuk menyambut Ramadan dan Lebaran, didominasi detail bordir dan payet berkualitas tinggi yang menjadi ciri khasnya.
Keunikan desain dan konsistensi kualitas membawa Yogi Studio by The Blew menembus pasar internasional. Produk-produknya kini telah dikirim ke berbagai negara seperti Italia, Amerika Serikat, Singapura, dan Malaysia. Salah satu pencapaian yang mencuri perhatian adalah pengiriman produk ke Italia dengan konsep fashion cycle yang memanfaatkan material unik dari taplak meja. Konsep ini mendapat apresiasi positif dari pasar Eropa.
Yogi menambahkan bahwa keberlanjutan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kreativitas, tetapi juga oleh nilai-nilai dasar dalam berusaha. “Dengan tetap rendah hati, kita akan terus merasa perlu belajar dan berkembang. Kejujuran juga penting, baik dalam mengakui kekurangan produk maupun dalam setiap proses berkarya,” tuturnya. Ia juga berpesan kepada pelaku usaha muda untuk tidak sekadar mengikuti tren atau fenomena FOMO (Fear of Missing Out), melainkan membangun bisnis dengan tekad kuat yang dibarengi pemahaman dan strategi yang matang.
Dukungan untuk UMKM Lokal
Kisah perjalanan Yogi Studio diangkat dalam program ‘Cerita Bersama Brand Lokal’ yang tayang di kanal YouTube JNE ID. Kepala Cabang JNE Bandung, Iyus Rustandi, mengungkapkan bahwa program ini dibuat untuk memberi ruang bagi UMKM membagikan pengalaman dan inspirasi kepada pelaku usaha lain.
Iyus menilai Yogi Studio by The Blew menjadi bukti bahwa pelaku usaha daerah memiliki potensi besar untuk bersaing secara global. “UMKM seperti Yogi Studio by The Blew menunjukkan bahwa produk lokal bisa memiliki daya saing tinggi. JNE berkomitmen mendukung pelaku usaha melalui layanan logistik, edukasi, dan ruang publikasi agar mereka dapat naik kelas,” tandasnya.
Iyus memaparkan, pertumbuhan UMKM menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi daerah. Pihaknya berharap semakin banyak pelaku UMKM yang berani memanfaatkan peluang ekspor. JNE siap mendampingi melalui berbagai program dan layanan yang dimiliki.
Sebagai bentuk dukungan, JNE turut memberikan program promo hemat ongkir untuk setiap pembelian produk Yogi Studio by The Blew selama periode 14 Februari hingga 14 Maret 2026. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas akses pasar sekaligus mendorong daya saing brand lokal di tengah industri kreatif yang semakin berkembang.
