Mataram, Jumat (13/3/2026) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram tengah menelusuri sumber roti berjamur yang ditemukan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Penelusuran ini dilakukan menyusul laporan dari masyarakat.

Kepala BBPOM Mataram, Yogi Abaso, menyatakan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Lombok Barat untuk menginvestigasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas program MBG tersebut. “Produk roti yang dilaporkan itu diperoleh dari salah satu pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) setempat,” ujar Yogi dalam keterangan resminya di Mataram, Kamis.

Yogi mengungkapkan bahwa pemasok roti tersebut belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dokumen ini merupakan persyaratan penting yang diterbitkan oleh dinas kesehatan setempat untuk menjamin standar keamanan pangan produk yang didistribusikan kepada masyarakat.

Roti berjamur itu sempat terdistribusi ke sejumlah sekolah penerima manfaat program MBG. Namun, beruntungnya para siswa belum sempat mengonsumsi makanan tersebut karena sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan. “Kegiatan belajar-mengajar berlangsung pada Ramadhan, sehingga makanan tidak langsung dikonsumsi,” ucap Yogi.

Sebagai tindak lanjut, BBPOM Mataram bersama Dinas Kesehatan Lombok Barat telah memberikan pembinaan kepada pihak terkait. Mereka juga menghentikan sementara distribusi produk dari UMKM tersebut hingga seluruh persyaratan keamanan pangan terpenuhi.

Yogi Abaso mengimbau seluruh pelaku usaha pangan yang terlibat dalam penyediaan makanan untuk program pemerintah agar senantiasa memastikan proses produksi telah memenuhi ketentuan keamanan pangan. Selain itu, kepemilikan sertifikasi kebersihan dan sanitasi, serta izin edar produk sesuai peraturan perundang-undangan, juga menjadi hal krusial.

“Langkah itu penting untuk menjamin perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya bagi para penerima manfaat program,” pungkas Yogi.