Tim SAR gabungan membagi dua grup pencarian untuk mempercepat penemuan dua pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Dako, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Operasi pencarian ini difokuskan di area Pos 3, lokasi terakhir kedua pendaki terlihat, hingga ke puncak gunung.

Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu, Muh Rizal, menjelaskan bahwa pada hari kedua operasi, Rabu (25/3/2026), tim SAR menyisir dua sektor menggunakan metode Expanded Search and Rescue (ESAR). “Fokus pencarian di area pos 3 tempat terakhir kedua pendaki berada, lalu dilakukan penyisiran hingga ke puncak gunung,” kata Rizal di Palu.

Sektor satu pencarian meliputi koordinat 1A: 1° 5’9.53″N – 120°57’11.95″E, 1B: 1° 5’41.96″N -120°57’12.67″E, dan 1C: 1° 5’25.08″N – 120°57’41.33″E. Sementara itu, sektor dua mencakup koordinat 2A: 1° 5’7.37″N – 120°57’12.96″E, 2B: 1° 5’23.21″N – 120°57’42.16″E, dan 2C: 1° 4’48.22″N – 120°57’38.02″E. “Dua grup penyelamat menyusuri punggung dan lereng gunung. Pencarian dimulai sekitar pukul 07.30 Wita,” tambah Rizal.

Kronologi Hilangnya Dua Pendaki

Menurut keterangan dari teman pendaki, kegiatan pendakian di Gunung Dako, Desa Lakatan, Kecamatan Galang, dimulai pada Senin (23/3). Di tengah perjalanan, tepatnya di Pos 3, kedua pendaki, Moh Agil (21) dan Moh Rifal (18), memutuskan untuk berhenti karena merasa lelah.

Dua rekan mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju puncak. Namun, saat kembali ke Pos 3 pada pukul 13.00 Wita, Agil dan Rifal sudah tidak berada di lokasi. Rekan-rekan mereka sempat melakukan pencarian di sekitar area tersebut, namun hasilnya nihil.

Rizal mengungkapkan harapan agar kedua pendaki dapat bertahan hidup. “Dari laporan yang kami terima, logistik dibawa dua pendaki itu untuk kebutuhan makan tiga hari. Dengan jumlah logistik itu kami berharap mereka bisa bertahan hidup dan berlindung ditempat aman. Kami telah menginstruksikan tim mengoptimalkan pencarian,” ujarnya.

Dalam operasi pencarian ini, Basarnas Palu menugaskan Unit Siaga SAR (USS) Tolitoli, yang didukung oleh potensi SAR lainnya di daerah tersebut, termasuk Bhabinkamtibmas, BPBD, aparat desa, dan warga setempat. Tim gabungan juga dilengkapi dengan berbagai peralatan SAR, seperti alat navigasi, komunikasi, medis, dan peralatan evakuasi lainnya.

“Dua orang korban dilaporkan hilang atas nama Moh Agil (21) dan Moh Rifal (18). Kami juga meminta pihak keluarga maupun kerabat tetap tenang dan selalu berusaha berpikir positif guna meminimalisasi tekanan psikis yang berat,” pungkas Rizal.