Jumlah korban meninggal dunia akibat peristiwa banjir bandang di Kabupaten Buleleng, Bali, bertambah menjadi dua orang. Tim SAR gabungan pada Sabtu (7/3) menemukan satu korban lagi dalam kondisi tak bernyawa, sementara dua korban lainnya masih dalam pencarian.

Korban kedua yang ditemukan teridentifikasi sebagai Komang Suci (44). Tubuhnya ditemukan tertimbun material sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal ia terseret banjir di rumahnya. Penemuan ini dilaporkan pada pukul 13.56 Wita dan berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada pukul 14.18 Wita.

Operasi Pencarian Terkendala Lumpur dan Material Besar

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, yang turut turun langsung ke lokasi, menjelaskan upaya evakuasi. “Waktu ditemukan diinformasikan pada pukul 13.56 Wita dan dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada pukul 14.18 Wita,” ujarnya.

Sidakarya juga menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah mengupayakan pengerahan alat berat. Hal ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi kendala yang dihadapi tim SAR gabungan di lapangan.

Operasi SAR pada hari kedua, Sabtu (7/3), dimulai sekitar pukul 07.30 Wita. Seluruh personel dari berbagai instansi terkait, relawan, serta masyarakat dan keluarga korban terlibat dalam penyisiran. Mereka terbagi dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU) dengan fokus pencarian di sepanjang sungai, perairan, bibir pantai, serta timbunan batang pohon dan material yang terbawa arus deras.

SRU laut memulai pergerakan pada pukul 08.00 Wita dengan mengerahkan rubber boat dari Pos SAR Buleleng dan Polair, sesuai area pencarian yang telah ditentukan. Sementara itu, SRU darat menyisir pinggir pantai arah timur dan barat Pantai Banjar serta Pantai Kalianget.

Dalam upaya pencarian ini, tim SAR menghadapi kendala serius berupa tumpukan lumpur dan material berukuran besar. Kondisi ini memperlambat proses pencarian korban.

Operasi SAR dihentikan sementara pada pukul 18.00 Wita dan rencananya akan dilanjutkan kembali pada Minggu (8/3) pagi. Menurut catatan Basarnas Bali, dua korban yang belum ditemukan adalah Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).

Sebelumnya, satu korban meninggal dunia telah teridentifikasi atas nama Dewa Ketut Adi Suarjana (55), warga Dusun Santal, yang juga menjadi korban banjir bandang ini.