Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), menegaskan komitmennya untuk tetap fokus menyelesaikan program kerja di sisa masa jabatannya. Ia menyatakan belum memikirkan kemungkinan untuk kembali bertarung pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2029 mendatang, menanggapi isu politik yang mencuat baru-baru ini.
Pernyataan ASR tersebut disampaikan merespons diskusi yang dilakukannya dengan sejumlah Ketua BEM dari Universitas Halu Oleo, UM Kendari, dan IAIN Kendari pada Kamis (21/5). Menurut ASR, pembahasan mengenai kontestasi politik 2029 masih terlalu dini untuk dibicarakan saat ini.
“Masih lama kok sudah sekarang diomongin ya. Jadi sebenarnya masih ada empat tahun. Nah berikanlah kesempatan kepada saya dulu untuk bekerja,” ujar ASR, pada Sabtu (23/5).
ASR menjelaskan, diskusi bersama para mahasiswa tersebut sebenarnya lebih menekankan pada esensi kepemimpinan dan tanggung jawab moral seorang kepala daerah. Ia menekankan bahwa menjadi pemimpin berarti harus siap mengorbankan kepentingan pribadi demi kemaslahatan orang banyak.
“Pemimpin itu adalah pribadi-pribadi yang dikorbankan. Mungkin dia punya banyak keinginan, tapi karena dia berhadapan dengan keinginan orang banyak maka dia harus mengorbankan keinginannya sendiri. Dia harus bisa mengakomodir keinginan orang banyak,” jelasnya.
Terkait peluang maju kembali di periode kedua, ASR mengaku belum mengambil keputusan final. Ia menegaskan bahwa langkah politiknya di masa depan akan sangat bergantung pada aspirasi masyarakat Sulawesi Tenggara serta dukungan keluarga, bukan sekadar ambisi pribadi.
“Saya tidak mau memberikan komentar apakah saya maju atau tidak pada 2029, karena masih banyak pekerjaan. Jadi kalau saya bilang belum tentu maju, bukan berarti tidak mau maju lagi, tapi statusnya memang belum tentu. Kita mau bekerja saja dulu, step by step, masih jauh,” pungkasnya.
