Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertimbangkan penarikan pasukannya dari sejumlah negara anggota NATO. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap negara-negara yang dinilai tidak mendukung operasi militer Washington dan Israel terhadap Iran.
Laporan The Wall Street Journal pada Rabu (8/4/2026), mengutip sejumlah pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump, menyebutkan bahwa rencana tersebut mencakup pemindahan pasukan ke negara anggota NATO lain yang lebih mendukung operasi militer terhadap Iran.
Sebelumnya, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi bahwa Presiden Trump kemungkinan akan membahas isu penarikan pasukan AS dari NATO dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Rencana penarikan pasukan ini disebut telah beredar dalam beberapa pekan terakhir dan mendapat dukungan dari sejumlah pejabat senior pemerintahan. Langkah ini juga dipertimbangkan sebagai salah satu opsi “hukuman” atas penolakan aliansi tersebut untuk membantu operasi militer AS dan Israel.
Pada Maret lalu, Presiden Trump secara terbuka mengkritik NATO karena tidak mendukung kampanye militernya terhadap Iran. Ia menyebutnya sebagai “kesalahan besar” dan menilai aliansi tersebut sebagai “hubungan yang tidak seimbang”.
Trump juga menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran merupakan ujian bagi dukungan NATO terhadap AS, serta menyatakan kekecewaan Washington terhadap sikap aliansi tersebut. Ia menambahkan, “bantuan dari NATO tidak lagi dibutuhkan oleh Amerika Serikat”.
Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Sputnik dan telah ditayangkan ulang oleh Antaranews.com.
