Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Oman pada Rabu (27/5) waktu setempat. Trump mengancam akan “meledakkan” Oman jika negara itu berupaya menguasai Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi titik ketegangan di kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat ditanya apakah ia akan menerima kesepakatan jangka pendek yang memungkinkan Iran dan Oman untuk mengendalikan jalur pelayaran strategis tersebut. “Oman akan berperilaku seperti negara lain atau kami harus meledakkan mereka. Mereka mengerti itu. Mereka akan baik-baik saja,” tegas presiden, seperti dikutip dari Sputnik/RIA Novosti-OANA.

Ketegangan di Selat Hormuz telah meningkat sejak 13 April, ketika Angkatan Laut AS memulai blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi selat. Washington bersikeras bahwa kapal-kapal non-Iran bebas berlayar melalui jalur air tersebut selama mereka tidak membayar bea masuk kepada Teheran. Meskipun demikian, otoritas Iran belum secara resmi mengumumkan pemberlakuan bea masuk, namun rencana tersebut telah menjadi pembahasan.

Pada awal Mei, Presiden Trump sempat mengumumkan “Project Freedom” yang dirancang untuk membantu kapal-kapal yang terblokir di Selat Hormuz agar dapat keluar dari perairan tersebut. Namun, hanya satu hari setelah peluncuran program itu, presiden menghentikan operasi tersebut dengan alasan untuk melihat apakah kesepakatan dengan Iran dapat dicapai.

Terbaru, Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Selasa membantah laporan yang menyebutkan bahwa mereka telah melanjutkan pengawalan kapal yang berlayar melalui jalur perairan tersebut, mengindikasikan situasi masih dalam tahap negosiasi atau peninjauan.