Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi krusial bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia, bukan sekadar bantuan pangan. Menurutnya, asupan nutrisi yang memadai menjadi jaminan agar anak-anak Indonesia tumbuh dengan kemampuan berpikir yang kompetitif.
Pernyataan tersebut disampaikan Arzeti saat menemui ratusan warga di Auditorium KH. Bisri Syansuri BPVP Sidoarjo pada Jumat (13/2). Ia menyoroti bahwa masa depan Indonesia pada tahun 2045 sangat bergantung pada kualitas gizi yang diterima anak-anak hari ini.
Program Makan Bergizi Gratis: Jaminan Generasi Emas
Arzeti menjelaskan bahwa pemerintah, melalui Badan Gizi Nasional (BGN), serius dalam mengeksekusi program Makan Bergizi Gratis. Keberhasilan dalam mencetak generasi emas, lanjutnya, sangat bergantung pada konsistensi negara dalam menjaga asupan pangan warganya.
“Program ini merupakan wujud nyata kepedulian Presiden terhadap keberlanjutan masa depan kita. Sosialisasi ini menjadi jembatan agar masyarakat paham bahwa pemerintah hadir menjamin kesehatan anak-anak mereka,” ujar Arzeti di hadapan peserta.
Politisi tersebut menguraikan tiga poin utama yang harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan program di lapangan: kualitas bahan makanan, manajemen distribusi, serta ketepatan standar gizi. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat di setiap daerah agar manfaat program dapat langsung dirasakan pada fisik dan kecerdasan anak.
Arzeti memandang pemberian makanan sehat ini lebih dari sekadar bantuan sosial. Baginya, asupan gizi yang tepat adalah modal utama bagi pertumbuhan otak dan konsentrasi belajar. Tanpa gizi seimbang, cita-cita Indonesia untuk menjadi negara maju pada satu abad kemerdekaannya akan sulit tercapai.
“Kita ingin anak-anak kita tumbuh menjadi pemimpin dan imam bangsa yang tangguh. Dasar dari semua itu adalah raga yang sehat dan otak yang cerdas lewat makanan bergizi,” tambahnya.
Melalui sinergi antara Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional, pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan menu yang disajikan kepada siswa memenuhi syarat tumbuh kembang. Program ini diharapkan menjadi katalisator bagi lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan fisik yang prima.
