Owner Persik Kediri, Arthur Irawan, angkat bicara mengenai masa depan pelatih Marcos Reina Torres setelah tim berjuluk Macan Putih itu berhasil lolos dari ancaman degradasi di Liga 1 musim 2025/2026. Arthur memastikan akan ada evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim dan staf pelatih.

Menurut Arthur, Marcos Reina telah menunjukkan kinerja yang cukup baik di tengah berbagai kesulitan yang dihadapi Persik sepanjang musim. Ia menyoroti sejumlah kendala, mulai dari badai cedera pemain, akumulasi hukuman kartu, hingga keharusan menjalani empat laga kandang di Gresik, yang seharusnya menjadi keuntungan bagi tim.

“Musim ini berat sekali. Kami banyak menghadapi masalah, mulai dari pemain cedera sampai harus empat kali main kandang di Gresik. Itu tentu merugikan karena laga kandang seharusnya jadi kesempatan meraih poin,” ujar Arthur, Senin (25/5/2026).

Di tengah tekanan tersebut, Arthur secara pribadi mengaku menyukai gaya permainan yang diterapkan oleh Marcos Reina. Pernyataan ini mengindikasikan adanya peluang bagi pelatih asal Spanyol tersebut untuk tetap dipertahankan pada musim depan.

“Secara permainan saya suka style Marcos Reina. Saya lihat dia dan staf pelatih bekerja keras. Itu membuat saya yakin dia punya kapasitas sebagai pelatih kepala,” tambahnya.

Meski demikian, Arthur belum bisa memberikan kepastian mengenai nasib Marcos Reina. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir akan berada di tangan Direktur Olahraga baru yang akan segera ditunjuk oleh manajemen Persik Kediri.

“Kami akan punya Direktur Olahraga baru. Nanti dia yang mengevaluasi semuanya dan memberi masukan soal pelatih maupun pemain. Saya tidak terlalu ikut campur urusan teknis,” tegas mantan pemain Espanyol B tersebut.

Selain kursi pelatih, manajemen Persik juga akan mengevaluasi status sejumlah pemain pinjaman yang memperkuat tim musim ini. Nama-nama seperti Henhen Herdiana, Rezaldi Hehanusa, Hamra Hehanusa, Gavin Kwan Adsit, serta dua legiun asing Chechu Meneses dan Adrian Luna, termasuk dalam daftar pemain yang akan dievaluasi lebih lanjut.