Arca Unfinished Buddha telah dipindahkan kembali ke lokasi asalnya di Lapangan Kenari, Zona I kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah, pada Selasa (25/5). Pemindahan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif lintas pihak untuk melestarikan warisan budaya dan memperkuat fungsi spiritual kawasan tersebut.
Arca tersebut kini ditempatkan di area barat daya candi, tepatnya di antara dua pohon kenari yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi kawasan Borobudur. Proses pemindahan ini melibatkan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Museum dan Cagar Budaya (MCB), Kementerian Agama Republik Indonesia, InJourney Destination Management, para Bhikkhu, serta komunitas masyarakat adat setempat.
Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk memastikan aspek pelestarian dan keberlanjutan situs cagar budaya tetap terjaga, sekaligus menguatkan fungsi spiritual kawasan serta menata ekosistem peribadatan yang lebih berkelanjutan.
Pelestarian dan Ruang Spiritual yang Representatif
Kepala Museum & Cagar Budaya, Esti Nurjadin, menegaskan bahwa pemindahan ini tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian warisan budaya dunia, tetapi juga menghadirkan ruang spiritual yang lebih representatif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Seluruh proses dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai pelestarian cagar budaya, menghormati masyarakat dan adat setempat, guna memastikan tata Kelola Kawasan yang berkelanjutan agar Borobudur tetap terjaga sebagai pusat spiritual dan budaya,” ujar Esti.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menambahkan bahwa Borobudur, sebagai candi Buddha terbesar di dunia, memiliki peranan penting bagi umat Buddha sekaligus sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya dengan nilai spiritual dan sakral yang tinggi bagi masyarakat setempat.
“Pengembangan Borobudur sebagai destinasi spiritual dan budaya berkelas dunia harus berjalan selaras antara pelestarian warisan budaya, penguatan nilai spiritual, dan pengembangan ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” tutur Maya Watono. Ia melanjutkan, “Melalui kolaborasi bersama pemerintah, tokoh agama, dan komunitas lokal kami ingin memastikan Borobudur tetap lestari sekaligus relevan sebagai spiritual and pilgrimage destination kelas dunia yangg memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat luas.”
Prosesi Adat dan Doa Bersama
Prosesi pemindahan arca dilakukan dengan ritual adat dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya, spiritualitas, dan harmoni masyarakat sekitar kawasan Borobudur. Momentum ini sekaligus menjadi simbol penguatan hubungan antara pelestarian heritage dengan kehidupan spiritual masyarakat yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, menjelaskan bahwa pemindahan Arca Unfinished Buddha ke Kawasan Lapangan Kenari dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek.
“Penempatan arca di area penyangga ritual diharapkan dapat mendukung terciptanya sirkulasi kegiatan spiritual yang lebih tertata, menghadirkan ruang ibadah yang lebih representatif bagi umat, sekaligus menjaga kualitas pengalaman pengunjung,” jelas Febrina Intan.
