Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah menyerah pada tekanan atau ancaman militer. Pernyataan ini disampaikan Araghchi dalam pertemuan menteri luar negeri (menlu) BRICS 2026 di India, Jumat, 15 Mei 2026, di tengah ketegangan regional yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Menurut laporan Kantor Berita Fars, Araghchi menyoroti bahwa Iran telah dua kali menjadi sasaran agresi brutal dan ilegal oleh Amerika Serikat dan Israel dalam kurun waktu kurang dari setahun. Konflik antara kedua belah pihak telah berlangsung sejak 28 Februari lalu dan saat ini sedang dalam masa gencatan senjata.

Iran Tak Terkalahkan dan Siap Berjuang

Dalam pidatonya, Araghchi menyatakan keyakinannya terhadap ketahanan Iran. “Sekarang harus jelas bagi semua orang bahwa Iran tidak terkalahkan dan setiap kali berada di bawah tekanan, Iran muncul lebih kuat dan lebih bersatu dari sebelumnya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Iran terhadap diplomasi, namun siap berjuang dengan kekuatan penuh untuk membela kebebasan, kedaulatan, dan integritas wilayahnya. “Seperti yang telah berulang kali saya tekankan, tidak ada solusi militer untuk masalah apa pun yang berkaitan dengan Iran. Kami, rakyat Iran, tidak akan menyerah pada tekanan atau ancaman apa pun, tetapi kami akan merespons dengan hormat,” kata Araghchi.

Araghchi menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran siap memberikan respons kuat dan menghancurkan kepada agresor asing. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa rakyat Iran adalah pencinta damai dan tidak menginginkan perang. “Dalam situasi yang memalukan ini, kami bukanlah agresor, melainkan pihak yang dirugikan dan haknya dilanggar,” tegasnya.

Konteks Konflik dan Gencatan Senjata

Ketegangan regional meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran, yang kemudian memicu balasan dari Iran hingga menyebabkan penutupan Selat Hormuz. Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April, namun negosiasi di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.

Presiden AS Donald Trump kemudian mengumumkan bahwa gencatan senjata akan tetap berlaku tanpa batas waktu. Meskipun demikian, ketegangan militer dan pembatasan maritim terus berlanjut di wilayah Teluk. Amerika Serikat juga telah mempertahankan blokade angkatan laut terhadap Iran sejak 13 April.

Pertemuan BRICS 2026

Pertemuan menlu BRICS 2026 di India mengusung tema “Membangun Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan”. BRICS saat ini beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Uni Emirat Arab (UEA), Iran, dan Indonesia.