Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengajak seluruh warganya untuk mengutamakan pembelian produk-produk lokal. Seruan ini disampaikan sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi domestik di tengah ancaman krisis energi global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

Anwar Ibrahim menyampaikan ajakan tersebut saat memimpin Rapat Majelis Tindakan Ekonomi Negara (MTEN) di Malaysia pada Selasa (31/3/2026). MTEN merupakan badan penasihat pemerintah Malaysia yang fokus pada isu-isu krisis ekonomi.

“Saya mengajak seluruh rakyat untuk memperkuat ekonomi domestik. Utamakan produk lokal dan dukung para pengusaha kita, karena kekuatan internal merupakan benteng utama dalam menghadapi krisis energi global akibat konflik di Asia Barat,” tegas Anwar Ibrahim dalam rapat tersebut.

Rapat MTEN menelaah secara mendalam perkembangan krisis energi global yang semakin meruncing serta implikasinya terhadap perekonomian negara dan kesejahteraan rakyat. Anwar menekankan bahwa situasi global saat ini sangat menantang dan tidak menentu.

“Hakikatnya, dunia sedang memasuki fase yang lebih menantang dan tidak menentu; dan Malaysia tidak terkecuali dari dampaknya. Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah atau terlalu merasa nyaman. Kita harus bersiap siaga dengan disiplin, keteguhan, dan semangat kebersamaan yang tinggi,” ujar Perdana Menteri.

Meskipun demikian, Pemerintah Malaysia menegaskan bahwa fondasi ekonomi negara tetap kuat dan berdaya tahan. Pemerintahan MADANI yang dipimpin Anwar akan terus bertindak proaktif, berdasarkan data dan realita terkini, serta melibatkan pandangan dari pihak industri dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Langkah ini diambil untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil bersifat menyeluruh, seimbang, dan efektif. “Insyaallah, setiap keputusan akan terus berlandaskan tanggung jawab dan kepentingan rakyat. Pemerintah akan berupaya memastikan stabilitas pasokan energi tetap terjaga, ekonomi terus berjalan dengan baik, serta kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas dalam setiap tindakan,” pungkas Anwar.