Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyambut baik langkah proaktif Selandia Baru dalam memperkuat ketahanan energi di tengah gejolak konflik global yang turut memengaruhi sektor energi. Pernyataan tersebut disampaikan Anwar usai melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon pada Selasa, 24 Maret 2026.
Dalam keterangannya di Kuala Lumpur, Anwar Ibrahim mengungkapkan apresiasinya terhadap upaya Selandia Baru. “Saya menyambut baik langkah proaktif pemerintah Selandia Baru dalam memperkuat keamanan energi serta mempercepat transisi menuju energi terbarukan,” kata Anwar.
Kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai perkembangan terkini di Asia Barat serta dampaknya yang meluas terhadap keamanan dan ekonomi global. Anwar menegaskan kembali posisi Malaysia yang mengecam keras serangan militer terhadap Iran dan menolak segala tindakan unilateral yang bertentangan dengan hukum internasional.
“Malaysia tetap menyerukan gencatan senjata segera, perlindungan warga sipil, serta kembalinya semua pihak ke meja perundingan melalui jalur diplomasi,” tegas Anwar.
Pembicaraan tersebut juga menyentuh dampak konflik global terhadap sektor energi Selandia Baru, termasuk kenaikan harga bahan bakar dan tekanan ekonomi domestik yang dihadapi negara tersebut. Meski demikian, kedua kepala pemerintahan menegaskan komitmen kuat untuk terus mempererat hubungan bilateral dalam kerangka kemitraan strategis.
Kerja sama yang akan terus ditingkatkan mencakup berbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, dan energi. “Kami akan terus berkomunikasi secara erat dalam menghadapi tantangan saat ini demi kepentingan bersama,” pungkas Anwar.
