Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menegaskan komitmen kedua negara untuk mendorong perdamaian dunia. Kesepakatan ini dicapai dalam pembicaraan telepon antara kedua pemimpin pada Selasa, 24 Maret 2026.
“Kami sepakat untuk terus memperkuat kerja sama bilateral serta memainkan peran konstruktif dalam memastikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran regional maupun global,” ujar Anwar Ibrahim dalam keterangannya di Kuala Lumpur.
Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif
Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin juga menyoroti eratnya hubungan Malaysia dan Jepang yang telah terjalin sejak tahun 1957. Hubungan bilateral ini kini diperkuat melalui Kemitraan Strategis Komprehensif (CSP).
Anwar dan Takaichi turut membahas kemajuan kerja sama di berbagai bidang prioritas. Area-area tersebut meliputi keamanan dan pertahanan, ekonomi, serta sains, teknologi, dan inovasi.
Sikap Malaysia Terkait Timur Tengah
Selain itu, Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyampaikan posisi Malaysia terkait situasi di Timur Tengah. Ia menekankan perlunya gencatan senjata segera, perlindungan warga sipil, serta penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi sesuai hukum internasional.
