Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengajak seluruh elemen masyarakat di negaranya untuk bersyukur atas kondisi ekonomi Malaysia yang dinilai masih lebih baik dibandingkan negara-negara tetangga. Pernyataan tersebut disampaikan Anwar di Putrajaya, Kamis (9/4/2026).
“Kita bersyukur, kita masih hidup, kita masih sehat, ekonomi kita tidak seburuk negara-negara tetangga. Kita belum mengantre di SPBU, 400 SPBU belum tutup, kita belum harus berjalan kaki ke kantor untuk bekerja, kita bersyukur,” ujar Anwar Ibrahim, menekankan pentingnya perspektif positif di tengah tantangan global.
Anwar mengakui adanya kritik terhadap ajakannya untuk bersyukur di tengah kondisi ekonomi dunia yang sulit. Namun, ia juga menyoroti pandangan sebagian pihak yang merasa tidak ada masalah sama sekali karena masyarakat Malaysia belum mengalami antrean panjang di SPBU.
Ia menegaskan bahwa pandangan tersebut keliru. Menurut Anwar, masalah ekonomi jelas ada, terutama dengan meroketnya harga-harga kebutuhan pokok, seperti pupuk dan bahan bakar minyak jenis diesel.
Pemerintahan Anwar Ibrahim, lanjutnya, terus berupaya keras untuk merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan yang dapat meringankan beban rakyat. Ia mengakui bahwa setiap kebijakan tidak dapat menyenangkan semua pihak, namun pemerintah berkomitmen untuk memastikan manfaatnya dirasakan oleh mayoritas masyarakat.
