Ratusan pengemudi transportasi daring atau driver online dari Kota Batam menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) pada Rabu (20/5) siang. Massa yang terdiri dari pengemudi ojek online (ojol) dan taksi online ini mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan berbagai persoalan krusial, mulai dari penegakan tarif hingga jaminan sosial.
Aksi ini diikuti oleh puluhan komunitas, termasuk Aliansi Driver Online Batam (ADOB), Komunitas Andalan Driver Online (Komando) Batam, Sahabat Milenial Batam, Ubur-Ubur, dan FORDO. Dengan membawa spanduk dan bendera komunitas, para peserta menyampaikan aspirasi di bawah pengawalan ketat aparat Kepolisian dan Satpol PP Kepri.
Juru bicara aksi, Neldi (45), menegaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan meminta kehadiran pemerintah dalam menuntaskan polemik transportasi daring di Kepri. “Harapan kami, pemerintah segera menindaklanjuti tuntutan ini. Regulasi yang sudah ada harus benar-benar dijalankan di lapangan,” ujarnya di lokasi aksi.
Daftar 10 Tuntutan Utama Driver Online Batam
Para pengemudi mendesak Pemerintah Provinsi Kepri dan pihak terkait untuk segera merealisasikan 10 poin tuntutan utama, yaitu:
- Penegakan Tarif Resmi: Menuntut implementasi tarif ojek dan taksi online sesuai SK Gubernur Nomor 1080 dan 1113 Tahun 2024 serta regulasi Kementerian Perhubungan.
- Payung Hukum Nasional: Mendesak pemerintah pusat segera mengesahkan UU Transportasi Online.
- Revisi UU LLAJ: Meminta revisi UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan agar mengakomodasi transportasi berbasis aplikasi.
- Evaluasi Bandara Hang Nadim: Meminta pengawasan ketat terhadap operasional taksi online di area bandara.
- Penolakan Lock Area: Menolak sistem pembatasan area (lock area) di pelabuhan-pelabuhan Batam yang dinilai merugikan pengemudi.
- Transparansi Parkir: Menuntut aturan tarif parkir yang jelas bagi driver online di pelabuhan dan bandara.
- Jaminan Sosial (BPJS): Mendesak realisasi BPJS Ketenagakerjaan bagi ojol sesuai Perwako dan perluasan jaminan bagi driver taksi online se-Kepri.
- Fitur Keselamatan: Meminta aplikator menyediakan fitur layanan darurat (emergency button) yang aktif 24 jam.
- Evaluasi Sistem Aplikator: Mendesak Grab dan Gojek meninjau ulang sistem target “Jawara” dan “Juara” yang dinilai memberatkan mitra.
- Perlindungan Kerja: Meminta pemerintah menjalankan regulasi perlindungan pekerja transportasi berbasis aplikasi secara menyeluruh.
Para driver menilai, meskipun berbagai regulasi telah diterbitkan, implementasinya di lapangan masih jauh dari harapan. Ketidakpatuhan terhadap Surat Keputusan Gubernur mengenai tarif minimal menjadi salah satu poin paling krusial yang memicu keresahan para mitra pengemudi di Kota Batam dan sekitarnya.
