Antusiasme tinggi mewarnai proses pendaftaran calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Bima tahun 2026. Hingga 9 Maret 2026, tercatat 155 siswa telah mendaftar, terdiri dari 78 laki-laki dan 77 perempuan, menunjukkan persaingan ketat untuk menjadi bagian dari tim pengibar bendera.

Pemerintah Kota Bima menargetkan jumlah pendaftar dapat mencapai 200 orang pada tahun ini. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bima, M Natsir, menjelaskan bahwa pendaftaran dilakukan secara daring melalui sekolah masing-masing.

Proses pendaftaran telah dibuka sejak 25 Februari dan akan ditutup pada 12 Maret mendatang. Setelah tahap pendaftaran, para peserta akan menghadapi serangkaian tahapan seleksi teknis yang ketat.

Tim seleksi akan melakukan pengukuran tinggi badan, pemeriksaan kesehatan termasuk tes bebas narkoba, serta tes kehamilan khusus bagi peserta perempuan. Selain itu, wawasan kebangsaan dan nasionalisme para calon anggota Paskibra juga akan diuji secara mendalam.

M Natsir, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, menegaskan bahwa “Proses seleksi akan berlangsung ketat.” Persyaratan tinggi badan yang ditetapkan adalah minimal 165 cm dan maksimal 180 cm untuk laki-laki, serta minimal 162 cm untuk perempuan.

Peserta yang berhasil lolos seleksi di tingkat kota memiliki peluang untuk direkomendasikan mengikuti seleksi Paskibra tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada tahun sebelumnya, Kota Bima berhasil mengirimkan empat perwakilan ke tingkat provinsi, bahkan ada yang mencapai tingkat nasional.

Melalui seleksi ini, diharapkan anggota Paskibra terpilih tidak hanya bertanggung jawab dan sehat secara fisik, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi untuk mengemban tugas mulia.