Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, kembali menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD dan SMP tahun 2026. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan bakat dan mengembangkan kreativitas ribuan siswa di 16 kecamatan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, menyatakan bahwa ajang ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga pembentukan karakter. “Kegiatan ini diikuti peserta didik dari 16 kecamatan di Donggala sebagai wadah pengembangan bakat siswa di bidang seni, sastra, dan olahraga sekaligus memperkuat karakter generasi muda,” ujar Ansyar saat membuka acara di Banawa, Rabu (13/5/2026).

Ansyar menjelaskan, FLS3N memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka dan memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa. Sementara itu, O2SN diharapkan dapat mencetak generasi muda yang tangguh dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

“Untuk kegiatan O2SN harapannya dapat melahirkan generasi muda yang tangguh, disiplin, sehat, dan menjunjung tinggi sportivitas, sehingga dapat membentuk karakter siswa,” tegasnya.

Menurut Ansyar, pendidikan adalah fondasi utama dalam membentuk manusia yang utuh melalui pembentukan karakter. Ia menekankan pentingnya etika dan sportivitas bagi seluruh peserta selama berkompetisi.

“Selama pertandingan ini bukan menang atau kalah menjadi tujuan utama melainkan itu bagian dari proses, namun yang terpenting tumbuhnya semangat pantang menyerah merupakan mental juara yang sebenarnya,” ucap Ansyar.

Lebih lanjut, Ansyar mengingatkan para juri dan wasit untuk menjalankan tugas secara objektif dan transparan. Hal ini krusial untuk menghasilkan perwakilan terbaik Kabupaten Donggala yang akan bertanding di tingkat provinsi.

“Nantinya siswa yang juara FLS3N dan O2SN tingkat SD dan SMP itu akan mewakili Kabupaten Donggala untuk bertanding di provinsi, sehingga kualitas juara ini bergantung pada kejujuran dan profesionalisme penilaian juri serta wasit,” pungkasnya.