Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur (GP Ansor Jatim) secara resmi mengoperasikan 400 Posko Ramadan yang tersebar di berbagai titik strategis di seluruh wilayah Jawa Timur. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan ibadah warga serta mengantisipasi potensi gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) selama bulan suci.

Peluncuran tahap awal posko-posko ini dilakukan oleh jajaran pimpinan wilayah di Masjid An-Nur Jenggot, Krembung, Sidoarjo, pada Jumat (27/2/2026). Posko-posko tersebut difokuskan pada wilayah kategori ring 1 yang memiliki mobilitas penduduk tinggi.

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril, menjelaskan bahwa pengerahan personel merupakan bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat. Ia menyoroti peningkatan kerawanan wilayah yang kerap terjadi saat aktivitas warga memuncak di bulan puasa.

“Kami ingin memastikan setiap warga bisa beribadah dengan tenang tanpa merasa was-was. Ratusan posko ini berfungsi sebagai pusat kendali dan respon cepat jika muncul gangguan keamanan di lingkungan sekitar,” ujar Safril saat meninjau lokasi peluncuran.

Lebih lanjut, posko-posko tersebut mengemban empat fungsi teknis utama. Para kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang bertugas di lapangan memiliki peran vital dalam mengamankan lokasi ibadah, memantau potensi gesekan sosial, serta menyediakan pusat informasi bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat.

Kasatkorwil Banser Jawa Timur, H. Rizza Ali Faizin, menambahkan bahwa pemetaan posko akan terus berkembang. Saat ini, konsentrasi personel berada di area pemukiman dan pusat ibadah. Namun, mendekati Hari Raya Idul Fitri, titik koordinasi akan bergeser ke jalur-jalur mudik utama.

“Sekarang kami perkuat dulu di basis massa. Nanti saat arus mudik mulai padat, personel akan kami geser untuk membantu kelancaran lalu lintas dan keamanan pemudik di jalur utama Jatim,” tambah Rizza.

Dalam menjalankan tugasnya, Ansor Jawa Timur telah menginstruksikan seluruh kader untuk menjalin komunikasi intensif dengan aparat TNI dan Polri. Sinergi ini diharapkan dapat meredam setiap potensi konflik atau gangguan ketertiban sejak dini sebelum meluas.

Melalui gerakan massal ini, Ansor berharap stabilitas sosial di Jawa Timur tetap terjaga, sehingga esensi Ramadan sebagai bulan yang damai dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.