Nama Andini Permata kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet pada Senin, 23 Februari 2026. Setelah sempat mereda, tren pencarian terkait perempuan tersebut melonjak drastis dalam 24 jam terakhir di mesin pencari Google, memicu pertanyaan besar mengenai pemicunya.

Pantauan di kolom pencarian menunjukkan lonjakan signifikan pada sejumlah kata kunci. Istilah seperti “video andini”, “andini link”, “andini dan adik”, “video andini permata”, hingga “andini permata link” kini menduduki daftar teratas pencarian.

Pemicu kembalinya video Andini Permata ke permukaan belum diketahui secara pasti. Namun, dugaan kuat mengarah pada aktivitas sejumlah akun di media sosial TikTok dan X (sebelumnya Twitter) yang secara gencar menyebarkan tautan yang diklaim berisi video dewasa Andini. Akun-akun ini menawarkan “link full video” dengan iming-iming konten berdurasi panjang, berhasil memicu rasa penasaran publik.

Andini sendiri kini terlihat kembali aktif di akun TikTok pribadinya. Penampilan terbarunya disebut-sebut makin dewasa, menunjukkan perubahan signifikan dari penampilannya saat video dewasa viral tahun lalu.

Kilas Balik Kontroversi Andini Permata

Kontroversi Andini Permata pertama kali mencuat pada pertengahan tahun 2025. Kala itu, publik dihebohkan dengan beredarnya video dewasa yang diduga menampilkan aksinya seorang diri. Keriuhan bermula dari unggahan video berdurasi 2 menit 31 detik yang tersebar luas di TikTok dan X.

Dalam video tersebut, seorang gadis dengan ciri tahi lalat di pipi kiri terlihat berjoget mengikuti musik TikTok sambil berganti-ganti pakaian, mulai dari busana kasual bergaris, daster santai, hingga kostum menyerupai seragam pelayan. Video ini langsung menuai beragam reaksi dari warganet.

Namun, kegemparan publik semakin memuncak dengan kemunculan sosok anak laki-laki yang disebut-sebut sebagai adik kandung Andini dalam video lainnya. Kabarnya, salah satu video tersebut menampilkan adegan dewasa tidak pantas antara Andini dan anak tersebut, yang memicu kecaman luas dari berbagai kalangan masyarakat.

Di tengah maraknya perburuan tautan video tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Pakar keamanan digital mengingatkan bahwa banyak akun tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi ini dengan menawarkan link yang berpotensi menjadi jebakan malware atau phishing, yang dapat mencuri data pribadi pengguna.