Sejumlah peristiwa penting mewarnai pemberitaan di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (26/3). Mulai dari insiden pencurian alat pemantau Gunung Tambora yang sempat mengganggu pengawasan aktivitas vulkanik, hingga upaya mempercantik trotoar Rembiga Mataram setelah relokasi pedagang kaki lima.

Alat Pemantau Gunung Tambora Dicuri, Aktivitas Vulkanik Sempat Tak Terpantau

Peralatan vital untuk memantau aktivitas vulkanik Gunung Tambora di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan hilang akibat pencurian. Insiden ini terjadi di dua lokasi, yakni wilayah Oi Katupa, Kecamatan Tambora, dan Desa Sorinomo, Kecamatan Pekat, menyebabkan pemantauan aktivitas gunung sempat terganggu.

Meskipun demikian, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Tambora, Syatrin Kharis, memastikan bahwa status Gunung Tambora masih berada pada Level II (Waspada) sejak ditetapkan pada 10 Maret 2026. “Kegempaan vulkanik dalam masih terekam dengan intensitas fluktuatif meskipun menunjukkan tren penurunan dalam beberapa hari terakhir,” ujar Syatrin Kharis.

Aktivitas vulkanik yang tergolong tinggi ini menjadi alasan utama mengapa status waspada belum dapat diturunkan, meskipun ada tren penurunan kegempaan dalam beberapa hari terakhir.

Trotoar Rembiga Mataram Dipercantik Usai Relokasi PKL

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, NTB, mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 juta untuk penataan trotoar di kawasan Jalan Adi Sucipto, Rembiga. Penataan ini dilakukan setelah 105 pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di area tersebut resmi direlokasi.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, menjelaskan bahwa relokasi PKL ke area eks Bandara Selaparang membuka jalan bagi upaya pemerintah kota untuk memperindah dan menata kembali fasilitas publik tersebut.

Lahan Eks PT Sadana di Dompu Disiapkan untuk Pabrik Pakan Ternak

Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, telah menetapkan lahan seluas kurang lebih 7,8 hektare di eks PT Sadana, Desa Nusajaya, sebagai lokasi pembangunan pabrik pakan ternak. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Dompu, Bambang Firdaus.

Rapat yang turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah H. Khaerul Insyan dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Aula Rapat Bupati Dompu pada Rabu (25/3) tersebut, menandai langkah serius pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor peternakan.

Harga Emas Antam Stabil di Angka Rp2.850.000 per Gram

Di pasar komoditas, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) terpantau stabil pada Kamis (26/3). Berdasarkan pantauan di laman Logam Mulia pada pukul 08.54 WIB, harga emas Antam tetap di angka Rp2.850.000 per gram.

Namun, harga aksi beli kembali (buyback) mengalami penurunan. Dari semula Rp2.507.000, kini harga buyback tercatat Rp2.490.000 per gram. Harga emas Antam sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti dinamika pasar.