Maskapai penerbangan AirAsia akan segera melayani rute domestik baru dari Bandara Mutiara Sis-Aljufri Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), menuju Surabaya dan Kendari. Penerbangan ini akan beroperasi dengan titik transit di Makassar, Sulawesi Selatan, mulai 7 Maret 2026.
Kepala Bandara Mutiara Sis-Aljufri Palu, Prasetyo Hadi, menyambut baik kehadiran AirAsia. Ia berharap layanan baru ini dapat mendorong perekonomian daerah. “Hadirnya maskapai AirAsia diharapkan dapat menunjang pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah,” kata Prasetyo di Palu, Senin (2/2/2026).
Prasetyo menjelaskan, Bandara Mutiara Sis-Aljufri Palu telah menyandang status bandara internasional berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) Nomor 37 Tahun 2025. Status ini membuka peluang bagi berbagai maskapai untuk meningkatkan mobilitas masyarakat melalui transportasi udara.
Otoritas bandara kini tengah berbenah mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang, mengingat rute penerbangan ke depan tidak hanya terbatas pada layanan domestik. “Oleh karena itu, AirAsia sebagai salah satu maskapai penerbangan diharapkan dapat mendukung penerbangan domestik maupun internasional di Palu. Meskipun saat ini maskapai tersebut baru membuka rute domestik,” ujarnya.
Selain rute domestik, Bandara Mutiara Sis-Aljufri juga dijadwalkan akan melayani penerbangan internasional dari Bandara Baiyun Guangzhou, China, menuju Palu mulai April 2026. Jadwal ini merupakan hasil komunikasi antara Pemerintah Provinsi Sulteng dengan otoritas bandara setempat.
Prasetyo menambahkan, pihaknya juga telah mengikuti pembahasan dengan Pemprov Sulteng terkait rencana menjadikan Bandara Mutiara Sis-Aljufri Palu sebagai bandara embarkasi dan debarkasi haji, termasuk pelayanan jemaah umrah. “Agenda ini perlu di dukung semua pihak supaya segera terwujud,” tuturnya.
Sementara itu, Head of Indonesia Affairs Policy Indonesia AirAsia, Eddy Krismeidy, menyatakan bahwa kehadiran AirAsia di Palu bertujuan untuk memperkuat konektivitas di Pulau Sulawesi. Ini termasuk membuka akses yang lebih mudah dari Sulawesi Tengah menuju Sulawesi Selatan, Tenggara, maupun Pulau Jawa.
Menurut Eddy, layanan ini akan memberikan alternatif perjalanan udara yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung pergerakan pariwisata domestik dan kegiatan ekonomi daerah. “Terhubungnya penerbangan Palu dan Makassar juga membuka peluang bagi penumpang untuk melanjutkan perjalanan internasional melalui Makassar dengan pilihan rute penerbangan yang lebih cepat dan efisien, khususnya menuju Kuala Lumpur dan berbagai destinasi dalam jaringan AirAsia Grup,” ucapnya.
