PT AirAsia Indonesia Tbk berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp2,11 triliun pada kuartal I 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan 5,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus menekan kerugian Perseroan hingga 52,7 persen.

Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk, Captain Achmad Sadikin Abdurachman, menyatakan bahwa kinerja positif ini merupakan cerminan ketahanan perusahaan. “Kinerja positif pada kuartal pertama tahun 2026 mencerminkan ketahanan Perseroan serta tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Indonesia AirAsia,” ujar Achmad di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Penurunan kerugian tersebut didorong oleh langkah strategis Perseroan dalam meningkatkan produktivitas pesawat serta optimalisasi jaringan penerbangan. Anak perusahaan, Indonesia AirAsia, berfokus pada rute internasional dan domestik yang memberikan kontribusi pendapatan lebih optimal. Optimalisasi ini menghasilkan peningkatan signifikan sebesar 11,4 persen pada Revenue per Available Seat Kilometre (RASK), menunjukkan kemampuan Perseroan memaksimalkan pendapatan dari kapasitas yang tersedia.

Selain itu, pendapatan tambahan (ancillary) turut menyumbang Rp348 miliar terhadap total pendapatan. Pendapatan ini sebagian besar berasal dari layanan bagasi, layanan dalam penerbangan, charter, serta kargo.

Sebagai cerminan produktivitas operasional yang kuat, Indonesia AirAsia mencatat peningkatan jumlah penumpang sebesar 8,9 persen menjadi 1,67 juta penumpang. Tingkat keterisian kursi (load factor) juga solid di angka 83 persen, dengan jumlah penerbangan yang meningkat 8,8 persen dibandingkan kuartal pertama tahun 2025.

Dari sisi pengeluaran, Perseroan berhasil menurunkan beban operasional sebesar 6,1 persen. Meskipun Cost per Available Seat Kilometre (CASK) secara keseluruhan relatif stabil di kisaran -0,2 persen, kinerja CASK tanpa bahan bakar menunjukkan peningkatan kuat sebesar 6,2 persen. Hal ini terutama didorong oleh penurunan biaya perawatan melalui pengelolaan armada yang lebih optimal, serta efisiensi biaya pemasaran dengan fokus pada saluran distribusi yang lebih efisien.

Selama kuartal pertama tahun 2026, AirAsia Indonesia juga aktif memperluas jaringannya dengan meluncurkan sejumlah rute baru. Untuk rute internasional, maskapai membuka layanan Bali-Melbourne dan Bali-Da Nang. Sementara pada rute domestik, penambahan dilakukan melalui Surabaya-Makassar, Makassar-Palu, Makassar-Luwuk, serta Makassar-Kendari.

Menyikapi fluktuasi harga minyak global dan dinamika industri yang masih berlangsung, Achmad Sadikin menegaskan bahwa perusahaan akan terus menjalankan langkah-langkah efisiensi serta melakukan penyesuaian operasional secara bertahap pada sebagian jaringan domestik dan internasional. “Langkah ini diambil untuk memastikan operasional yang sehat dan adaptif, sekaligus tetap menghadirkan layanan yang optimal bagi masyarakat,” pungkasnya.