Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur menggelar Sosialisasi Konsepsi Dasar Partai (SKDP) di Surabaya pada Sabtu, 1 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat fondasi ideologi kader dan pejabat publiknya dalam merespons dinamika politik yang kian kompleks, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Jawa Timur, Ahmadi, menegaskan bahwa SKDP menjadi pegangan moral dan konsepsional bagi pimpinan struktur, kader, serta anggota DPRD Fraksi PKS. Hal ini penting agar mereka tetap solid dalam menyikapi berbagai isu publik yang terus bergerak.

“Peserta SKDP, khususnya pejabat struktur dan anggota dewan, diharapkan semakin matang merespons isu publik dengan berlandaskan kepatuhan pada Konsepsi Dasar Partai,” ujar Ahmadi di Hotel Prime Biz Surabaya.

Acara tersebut diikuti oleh 135 peserta dan membahas beragam materi fundamental partai. Materi yang disampaikan meliputi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Falsafah Dasar dan Paradigma Perjuangan PKS, Garis Besar Kebijakan Partai, pengarusutamaan keluarga, wanantara, hingga platform PKS dalam pembangunan nasional.

Sejumlah pengurus Majelis Pertimbangan Partai (MPP) turut hadir sebagai narasumber. Mereka adalah Sekretaris MPP PKS Baran Wirawan, anggota Komisi SDM, Organisasi dan Kewilayahan MPP Diah Nurwitasari, serta Sri Rahayu dari Komisi Pembangunan dan Ketahanan Keluarga MPP.

Baran Wirawan menekankan bahwa penguatan ideologi merupakan kebutuhan mendesak. Tujuannya agar kader dan pejabat publik PKS memiliki kepekaan terhadap perubahan lingkungan strategis. “Kepatuhan pada AD/ART, Falsafah Dasar, Paradigma Perjuangan, dan Garis Besar Kebijakan Partai harus menjadi alat analisis kebijakan bagi pejabat publik dalam merespons isu mutakhir, termasuk wacana Board of Peace, sistem pilkada, dan posisi PKS sebagai partai koalisi pemerintah dalam kerangka kolaborasi dan kontribusi,” jelas Baran.

Senada, Sekretaris MPW PKS Jawa Timur, Achmad Zakaria, menambahkan bahwa partai tidak boleh terjebak pada kalkulasi elektoral semata. Menurutnya, kekuatan politik jangka panjang ditentukan oleh kedalaman ideologi kader.

“PKS harus menyiapkan kader yang matang secara ideologis untuk mewujudkan Indonesia yang adil, sejahtera, dan bermartabat,” tegas Zakaria.

Zakaria juga memastikan bahwa program serupa akan digelar secara berjenjang hingga tingkat daerah. Kegiatan ini dirancang untuk menyasar bakal calon legislatif, kader perempuan, serta generasi muda. “Insya Allah SKDP akan diperluas hingga daerah, termasuk untuk kader perempuan dan Gen Z,” pungkasnya.