Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi akhirnya kembali muncul di hadapan publik setelah lama tidak terlihat di tengah berbagai bencana yang melanda wilayahnya. Kehadiran orang nomor satu di Jawa Tengah ini sempat menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat.
Pemantauan Media Indonesia pada Kamis (29/1) malam menunjukkan Ahmad Luthfi hadir dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Dakwah Komunitas (LDK), Anugerah Dai Komunitas, serta tausiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). Kehadirannya mengejutkan ratusan peserta rakor tersebut.
Sorotan Publik atas Absensi Gubernur
Selama lebih dari dua pekan, bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah, termasuk Pati, Kudus, Jepara, Demak, Semarang, Kendal, Batang, Pekalongan, Tegal, dan Banyumas. Namun, Ahmad Luthfi tidak terlihat menyambangi korban bencana, memicu sorotan dari warga.
“Penasaran juga, bencana banjir dan longsor ada di mana-mana lebih dari dua pekan, tapi gubernur tidak terlihat nongol,” kata Budi (60), warga Tirto, Kota Pekalongan, mengungkapkan keheranannya.
Senada, Gadafu (59), warga Jekulo, Kabupaten Kudus, juga mempertanyakan ketidakhadiran Gubernur Ahmad Luthfi. “Hanya Wagub saja yang terlihat menyambangi korban bencana,” imbuhnya.
Ahmad Luthfi Ungkap Berdoa di Raudhah
Menanggapi absensinya, Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa beberapa hari sebelumnya ia bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bertemu di Raudhah, sebuah tempat istimewa di Masjid Nabawi, Madinah. Di sana, ia memanjatkan doa khusus.
“Saya berdoa khususnya Provinsi Jawa Tengah dan khususnya Indonesia agar gemah ripah loh jinawi, dijauhkan dari segala bala bencana dan ujian alam yang tidak bersahabat,” ujar Ahmad Luthfi.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga mengajak seluruh peserta acara untuk menundukkan kepala dan bersama-sama membaca Surah Alfatihah sebagai ikhtiar batin menghadapi kondisi alam yang kerap diuji bencana.
Pentingnya Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
Lebih lanjut, Ahmad Luthfi menekankan pentingnya konsep collaborative government dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah provinsi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, tokoh masyarakat, hingga organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah.
Ia menyebut Lembaga Dakwah Komunitas sebagai mitra strategis dalam menyampaikan pesan kehadiran negara kepada masyarakat. “Kadang masyarakat kurang komunikasi, sehingga tidak tahu bahwa pemerintah bersama ulama telah melakukan perbaikan bagi masyarakat,” tutur Luthfi.
Acara Rakornas LDK tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
