Musisi Ahmad Dhani kembali menjadi sorotan publik setelah akun Instagram pribadinya, @ahmaddhaniofficial, tiba-tiba tidak dapat diakses pada Minggu (3/5/2026). Hilangnya akun tersebut terjadi tak lama setelah serangkaian unggahan kontroversial yang memicu perdebatan luas di media sosial.
Sebelum menghilang, Dhani sempat membagikan momen putrinya, Shafeea Ahmad, yang terlihat menangis dalam acara siraman sang kakak, El Rumi. Dalam unggahannya, Dhani menyebut tangisan Shafeea dipicu oleh “drama” yang terjadi di acara tersebut.
Ia bahkan mengaku langsung memeluk putrinya dan membisikkan sesuatu yang ia sebut sebagai “fakta yang harus diungkap.” “Ketika Shafeea menangis gara gara drama sinetron di sebuah acara Siraman. Aku langsung peluk Putri ku tersayang dan membisikkan sebuah Fakta yg harus ke ungkap,” tulis Dhani.
Tak berhenti di situ, Dhani juga menuliskan pernyataan yang langsung menyulut kontroversi. Ia menyindir sosok wanita yang diduga kuat adalah mantan istrinya, Maia Estianty. Dalam narasinya, Dhani menyinggung soal “akting buruk” hingga kembali membuka isu lama terkait dugaan perselingkuhan.
“Wanita itu ditalak 3 oleh suaminya karena perselingkuhannya dgn pemilik tv swasta dan perbuatannya itu sudah diakui secara tertulis dan ditanda tangani,” ungkap Dhani, memperkeruh suasana.
Serangkaian unggahan bernada serangan itu terus berlanjut selama beberapa hari, membuat situasi semakin memanas. Hingga akhirnya, di tengah puncak kontroversi, akun Instagram Dhani mendadak menghilang tanpa penjelasan pasti. Peristiwa ini pun memicu berbagai spekulasi dari warganet, mulai dari dugaan akun dinonaktifkan hingga kemungkinan dihapus secara sepihak.
Namun, Dhani tak tinggal diam. Ia langsung menyampaikan pernyataannya melalui akun resmi bandnya, Dewa 19 (@officialdewa19). Dalam unggahan tersebut, ia menulis pesan tegas yang langsung menyita perhatian.
“IG SAYA BISA MATI TAPI KEBENARAN TAK BISA DIKUBUR,” tulisnya lantang. Tak hanya itu, Dhani juga menyelipkan pesan emosional yang ditujukan untuk sang putri. Ia menegaskan bahwa dirinya akan terus berjuang demi kehormatan Shafeea, memperlihatkan bahwa polemik ini bukan sekadar konflik biasa, melainkan persoalan yang ia anggap sangat personal.
