Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Provinsi Banten, Agung Winarto, bersama timnya menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gekrafs 2026. Acara yang berlangsung pada 6–8 Maret 2026 di Nusantara Ballroom, Novotel Jakarta Pulomas ini diikuti oleh perwakilan dari 38 provinsi, 288 kabupaten/kota, serta 12 Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN).
Menurut Agung Winarto, Rakernas kali ini merupakan yang kedua kalinya ia ikuti dan diharapkan menjadi momentum penting untuk penguatan organisasi di DPW Gekrafs Provinsi Banten.
Inisiatif Gekrafs Banten untuk Ekonomi Kreatif
Agung Winarto mengungkapkan bahwa DPW Gekrafs Banten telah mengajukan dua program utama kepada Pemerintah Provinsi Banten. Program tersebut meliputi program utama dan program pendukung.
“Di DPW Banten kita sudah menyampaikan 2 program ke Pemerintah Provinsi Banten yaitu program utama dan program pendukung. Program utamanya adalah kita sedang mendukung pembuatan Rencana Induk Ekonomi Kreatif,” kata Agung.
Selain itu, Gekrafs Banten juga tengah mendorong pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Provinsi Banten serta penyediaan ruang kreatif di empat kota dan empat kabupaten di wilayah tersebut. Upaya sosialisasi ekosistem ekonomi kreatif juga terus digencarkan melalui perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) di setiap kota dan kabupaten.
“Kita juga selalu mensosialisasikan ekosistem ekraf di Banten dengan selalu mendorong bagaimana menciptakan ekosistem ekraf di Banten dengan cara melakukan perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) di setiap Kota dan Kabupaten di Provinsi Banten,” jelasnya.
Agung menambahkan, Pemerintah Provinsi Banten saat ini sedang fokus pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya dalam program Banten Indah. Program ini merupakan salah satu dari delapan program unggulan yang diusung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Banten periode 2025-2030.
“Kita fokus pada branding di Fashion seperti Batik Banten dan juga kuliner bagaimana menasionalisasi Sate Bandeng hingga mendunia,” tuturnya.
Banten Marathon 2026: Ajang Promosi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Gekrafs Banten juga sedang mengembangkan kekayaan intelektual (IP) baru, yaitu Banten Marathon, yang direncanakan menjadi acara tahunan. Saat ini, Gekrafs Provinsi Banten tengah mempersiapkan dan menyosialisasikan Road to Banten Marathon 2026, salah satunya dengan mengadakan acara Fun Run 5K di berbagai kota dan kabupaten di Banten.
“Saat ini Gekrafs Provinsi Banten sedang on going melakukan persiapan dan sosialisasi Road to Banten Marathon 2026, salah satu diantaranya adalah dengan mengadakan event Fun Run 5K di berbagai Kota dan Kabupaten di Provinsi Banten,” terang Agung.
Agung meyakini bahwa Banten Marathon 2026 akan memberikan dampak signifikan terhadap promosi pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan potensi perputaran uang yang sangat besar. Ia berharap ajang yang baru pertama kali digelar ini akan terus meningkat setiap tahunnya dan memperkuat reputasi Banten di tingkat nasional maupun internasional.
“Selain menjadi ajang promosi wisata budaya di Banten, cara ini akan menggerakkan UMKM, perhotelan, kuliner dan berbagai sektor di Banten, target kami melibatkan lebih dari 10.000 pelari dari berbagai daerah dan manca negara,” urainya.
Konsolidasi Nasional dan Internasional Gekrafs
Sementara itu, Ketua Umum Gekrafs, Kawendra Lukistian, menegaskan bahwa Rakernas ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan merumuskan arah gerakan ekonomi kreatif ke depan.
“Rakernas ini menjadi momentum konsolidasi nasional dan internasional Gekrafs, sekaligus menyatukan langkah seluruh pengurus dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Kawendra, Senin (2/3/26).
Ketua Panitia Rakernas, Tommy William Tampubolon, menambahkan bahwa Rakernas diisi dengan berbagai agenda strategis, mulai dari konsolidasi organisasi hingga forum dialog nasional.
“Rakernas ini sebagai ruang bertukar gagasan, memperkuat jaringan, serta merumuskan langkah strategis Gekrafs ke depan,” kata Tommy.
Sejumlah menteri dan tokoh nasional yang merupakan bagian dari struktur DPP Gekrafs dijadwalkan hadir, termasuk Ketua Dewan Penasehat Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Dewan Pembina Gekrafs Sandiaga Salahuddin Uno, Erick Thohir, dan Supratman Andi Agtas. Rakernas juga menghadirkan tokoh ekonomi kreatif dan publik figur nasional seperti Raffi Ahmad, Yovie Widianto, Irene Umar, dan Rahayu Saraswati dalam sesi talkshow Asta Karya.
Agenda Rakernas meliputi talkshow ekonomi kreatif, pemaparan program kerja Dewan Pimpinan Pusat, dialog dengan Dewan Pimpinan Wilayah, tausiyah Ramadhan, buka puasa bersama, hingga penutupan yang dirangkai dengan Gekrafs Awards. Melalui Rakernas ini, Gekrafs diharapkan semakin solid sebagai gerakan nasional yang mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia serta memperluas jejaring hingga tingkat global.
