Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi pelayanan publik yang diinisiasi KPU Kabupaten Badung, Bali. Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin, secara langsung memuji Democracy Creative Space (DCS) yang berlokasi di Rumah Pintar Pemilu KPU Kabupaten Badung sebagai percontohan terbaik nasional.
Dalam kunjungannya pada Jumat, 22 Mei 2026, Afifuddin menyoroti transformasi kantor KPU Badung menjadi ruang publik yang terbuka dan prima. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap konsep DCS yang dinilai sangat representatif dan nyaman.
Ruang Inklusif untuk Riset dan Edukasi
“Ini luar biasa. Kalau ada orang yang mau melakukan penelitian atau tamu, bisa langsung datang ke ruangan ini. Tempatnya nyaman sekali,” ujar Afifuddin saat meninjau fasilitas DCS di Gumi Keris.
Menurut Afifuddin, ruang inovatif ini menjadi jembatan penting bagi masyarakat, akademisi, hingga peneliti untuk mendalami isu-isu kepemiluan. Ia didampingi oleh Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, selama kunjungan tersebut.
Afifuddin mendorong KPU Badung serta seluruh jajaran KPU Kabupaten/Kota di Bali untuk terus melahirkan inovasi guna memperkuat kinerja kelembagaan menyongsong pemilu mendatang. Ia juga memberikan dukungan penuh bagi KPU Badung dalam menempuh proses Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Fungsi dan Keunikan Democracy Creative Space
Democracy Creative Space (DCS) dirancang dengan beberapa fungsi utama, antara lain:
- Sarana pendidikan pemilih bagi mahasiswa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
- Ruang diskusi bagi organisasi kepemudaan dan masyarakat umum.
- Pusat arsip hidup hasil riset dan jurnal ilmiah kepemiluan.
- Media pembelajaran interaktif berbasis teknologi terintegrasi.
Ketua KPU Kabupaten Badung, I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra, menjelaskan bahwa DCS tidak dirancang sebagai ruang pameran statis. Salah satu keunikannya adalah pajangan lukisan dan gambar karya siswa SD hingga SMA se-Kabupaten Badung yang merefleksikan impian mereka tentang masa depan daerah.
“Ini adalah refleksi nyata bahwa kami aktif merawat nilai-nilai demokrasi sejak dini melalui ekspresi visual generasi muda,” ungkap Yusa Arsana.
Senada dengan hal tersebut, Anggota KPU Badung Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Agung Rio Swandisara, menambahkan bahwa DCS dilengkapi dengan sistem teknologi terintegrasi. Fasilitas ini memungkinkan pembedahan isu politik dan demokrasi di Badung dilakukan secara lebih kreatif dan interaktif.
Selain itu, DCS berfungsi sebagai “arsip hidup” yang mendokumentasikan artikel serta jurnal ilmiah hasil riset mahasiswa MBKM yang pernah bertugas di KPU Kabupaten Badung, sehingga ilmu pengetahuan yang dihasilkan dapat diakses secara berkelanjutan oleh publik.
