Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan enam Ruang Kelas Darurat (RKD) di SMA Negeri 2 Mereudeu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Senin (9/3/2026). Peresmian ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan pembelajaran dan infrastruktur pendidikan pascabanjir yang melanda wilayah Sumatera.

Dalam kunjungannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti tidak hanya meresmikan RKD, tetapi juga menyapa para peserta didik, menyerahkan bantuan buku, dan memberikan motivasi. Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam rekonstruksi pascabencana.

Percepatan Rekonstruksi Pascabanjir

“Saya mengunjungi SMA Negeri 2 Mereudeu di Pidie Jaya untuk meresmikan enam RKD dan membagikan sejumlah bantuan buku serta peralatan sekolah. Ini adalah wujud nyata upaya kami untuk mempercepat proses pembangunan dan rekonstruksi pasca-musibah yang melanda di Sumatra, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti, seperti dikutip dari pernyataan yang diterima di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pembangunan RKD ini bersifat sementara, menunggu proses rekonstruksi gedung utama sekolah yang rusak parah akibat banjir akhir November 2025. “Kami terus mengusahakan agar pelaksanaan rekonstruksi gedung sekolah dapat segera dilakukan. Dan juga ketika gedung sekolah sudah berdiri, RKD dapat dimanfaatkan seperti kantin atau hal lainnya terkait proses pembelajaran,” tambahnya.

Harapan dan Semangat Baru

Kepala SMA Negeri 2 Mereudeu, Muhammadiah, mengungkapkan rasa syukurnya atas peresmian RKD dan kunjungan Menteri Mu’ti. Ia menyebut sekolahnya sebagai salah satu yang paling parah terdampak bencana banjir.

“Di tengah suasana bulan suci Ramadhan ini, kami mengucapkan rasa syukur peresmian enam RKD. Kami sangat tersanjung akan kunjungan Menteri Mu’ti, ini menjadi sebuah momentum untuk kami dapat bangkit dan terus lebih baik ke depannya,” kata Muhammadiah.

Muhammadiah juga menambahkan bahwa SMA Negeri 2 Mereudeu akan menjadi salah satu sekolah di Pidie Jaya yang akan dibangun gedung baru oleh Kemendikdasmen bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat. Seluruh bangunan gedung sekolah akan diratakan dan dibangun kembali sesuai perencanaan baru.

Pengalaman Siswa di Ruang Kelas Darurat

Sebelum adanya RKD, proses pembelajaran di SMA Negeri 2 Mereudeu berlangsung dalam kondisi serba terbatas. Israqiah, salah seorang siswi, menceritakan pengalamannya.

“Saya melihat langsung proses pembangunan RKD ini yang sangat cepat. Ruangannya cukup baik, ada bangku, meja, dan papan tulis. Senang rasanya bisa kembali belajar di ruang kelas,” ucap Israqiah, yang sebelumnya harus belajar di tenda darurat beralaskan terpal.

Senada dengan Israqiah, siswi lainnya, Ziadatul Una, juga menyampaikan rasa syukurnya. “Kami sangat bersyukur untuk semua bantuan yang hari ini kami terima. Semoga pendidikan di kota kami kembali pulih dan kami semua dapat bersekolah dengan aman dan bahagia,” harap Una.

Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga menyerahkan bantuan buku pembelajaran serta Bantuan Pendidikan Tahun 2026 senilai Rp25 juta.

Secara keseluruhan, di Kabupaten Pidie Jaya terdapat 21 RKD yang tersebar di lima sekolah. Data per 6 Maret 2026 menunjukkan Kemendikdasmen telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 1.642 sekolah, dengan total nilai bantuan mencapai lebih dari Rp1,741 triliun. Dari jumlah tersebut, 1.357 sekolah dikerjakan secara swakelola, sementara 187 sekolah lainnya akan dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat.