Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk sejumlah wilayah di Sumatera Selatan pada Jumat, 21 Februari 2026. Masyarakat di Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Peringatan ini berlaku terutama pada siang hingga malam hari. Selain Ogan Ilir dan OKU Selatan, beberapa daerah lain yang juga berpotensi terdampak cuaca serupa meliputi Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin, Palembang, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Pagar Alam, dan Prabumulih. BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer yang tidak stabil serta adanya labilitas lokal yang kuat di wilayah Sumatera Selatan menjadi pemicu utama terbentuknya awan-awan konvektif Cumulonimbus.
Potensi cuaca ekstrem ini dapat menimbulkan berbagai dampak serius. Masyarakat perlu mewaspadai risiko seperti banjir, genangan air di jalanan, tanah longsor di daerah rawan, serta pohon tumbang akibat angin kencang. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari dan membahayakan keselamatan warga.
BMKG mengimbau agar masyarakat selalu memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal-kanal resmi BMKG, seperti situs web atau aplikasi mobile. Persiapan mitigasi dini juga sangat penting, termasuk membersihkan saluran air untuk mencegah genangan, memangkas dahan pohon yang rapuh, dan menyiapkan perlengkapan darurat jika terjadi banjir atau pemadaman listrik. Koordinasi dengan pihak berwenang setempat juga disarankan untuk penanganan lebih lanjut dan respons cepat terhadap potensi bencana.
Peringatan dini cuaca ekstrem ini merupakan bagian dari upaya BMKG untuk memberikan informasi akurat dan cepat kepada publik, guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi. Diharapkan dengan adanya informasi ini, masyarakat dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan demi keamanan dan keselamatan bersama.
