Aktor Omar Daniel dan aktris Kimberly Ryder untuk pertama kalinya dipertemukan dalam satu proyek serial terbaru berjudul Ikhlas Paling Serius. Keduanya mengaku sangat antusias dalam membangun chemistry demi menyuguhkan akting yang maksimal bagi para penonton.
Omar Daniel menjelaskan bahwa alasan utama dirinya tertarik mengambil proyek ini adalah pesan moral tentang keikhlasan yang sangat mendalam. Ia menilai nilai-nilai keikhlasan sering kali terabaikan dalam kehidupan sehari-hari, padahal memiliki peran krusial dalam menghadapi sebuah masalah.
“Kita pertama kali dipasangkan di project ini. Kalau alasan pertamanya karena menurut aku sih simpel, film ini banyak ngajarin tentang keikhlasan,” tutur Omar Daniel pada Rabu (29/4/2026).
Sebelum memulai proses syuting, Omar ternyata melakukan riset kecil-kecilan mengenai latar belakang dan cara kerja Kimberly Ryder. Ia bahkan tidak segan bertanya kepada rekan sesama artis untuk mengetahui kebiasaan sang aktris saat berada di lokasi syuting.
“Iya bener. Happy banget, pasti happy banget. Terus sama siapapun pasti kita riset, pasti kita survei, langsung kayak nge-chat temennya, kayak ‘Duh udah pernah sama Kim? Gimana, gimana dia gimana?’ Pasti gitu,” ungkap Omar secara blak-blakan.
Omar berpendapat bahwa riset semacam itu sangat diperlukan agar ia bisa langsung merasa nyambung saat bertemu dengan lawan mainnya. Mengetahui hal-hal yang disukai maupun tidak disukai oleh partner kerja dianggapnya sebagai kunci utama untuk membangun kerja sama yang harmonis.
Namun, di balik keseruan membangun karakter, tim produksi ternyata harus menghadapi kendala kesehatan selama masa pengambilan gambar. Lokasi syuting yang berada di dalam gedung kantor ber-AC dalam waktu lama membuat kondisi fisik para pemain menurun.
“Kita sakit semua karena kita proses syutingnya sempet ada di sebuah gedung kantor, di mana kita ini sekarang syutingnya bener-bener full di ruang AC,” cerita Omar dan Kim secara bergantian.
Paparan udara dingin sejak pagi hingga tengah malam membuat virus tersebar lebih cepat di antara kru dan pemain. Mereka menceritakan bahwa meski ruangan terasa sejuk dan tidak gerah, dampaknya justru membuat hampir seluruh tim mengalami pusing dan masuk angin secara bersamaan. Fenomena “sakit massal” ini menjadi tantangan tersendiri bagi kelancaran jadwal produksi serial tersebut.
Meskipun kondisi fisik sempat drop, suasana di balik layar tetap terjaga dengan sangat hangat karena kebiasaan mereka untuk saling berbagi. “Sharing-sharing makanan kali kita. Kim bawain ini, ini bawa ini, bawa ini, kita gabungin gitu,” pungkas Kimberly sembari mengenang keseruan selama syuting.
