PT Pertamina (Persero) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Capt Hendrick Lodewyck Adam, pilot pesawat charter Air Tractor AT-802. Pesawat yang tengah menjalankan misi rutin penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di wilayah Kalimantan Utara itu jatuh pada Kamis (19/2).
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, segera melakukan koordinasi intensif dengan kepolisian setempat setelah menerima kabar kecelakaan tersebut. “Kami turut berduka cita. Sesaat setelah menerima kabar kecelakaan, saya selaku Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), langsung melakukan koordinasi intensif dengan jajaran Kepolisian dalam hal ini Kapolda Kaltara hingga Kapolres Nunukan untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat, aman, dan sesuai prosedur,” ujar Mochamad Iriawan pada Sabtu (21/2).
Iriawan menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam seluruh proses. “Keselamatan dalam seluruh proses menjadi prioritas utama, sehingga setiap tahapan dilakukan dengan perhitungan matang melalui koordinasi lintas instansi,” tambahnya.
Menurut Iriawan, dedikasi dan pengabdian almarhum sangat tinggi karena meninggal dunia saat menuntaskan tugas. Peristiwa nahas itu terjadi setelah pilot menyelesaikan pendistribusian BBM ke Long Bawan dan dalam perjalanan kembali menuju Bandara Juwata, Tarakan.
Musibah tersebut terjadi di Pa’ Betung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Pesawat charter Air Tractor yang dioperasikan PT Pelita Air Service merupakan layanan kargo khusus yang disewa Pertamina untuk pengangkutan BBM satu harga ke sejumlah titik distribusi, termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) seperti Kalimantan Utara dan Papua. Penyaluran BBM ini merupakan bagian dari penugasan pemerintah kepada Pertamina untuk memastikan ketersediaan energi yang merata di seluruh Indonesia.
Jenazah Capt Hendrick Lodewyck Adam telah diterbangkan ke Jakarta pada Jumat (20/2) dan dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka di kawasan Bogor, Jawa Barat. “Jenazah akan diterbangkan ke Jakarta menggunakan maskapai Batik Air sekitar pukul 14.35 WITA untuk diserahkan kepada pihak keluarga di Bogor,” ujar Komandan Lapangan Udara Anang Busra Tarakan Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo di Tarakan, Jumat (20/2).
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, menjelaskan bahwa pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA, tahun pembuatan 2013, dan nomor seri 802-0494. “Pesawat yang dioperasikan Pelita Air Service ini khusus untuk pengangkutan BBM ke daerah terpencil, dan dilaporkan mengalami kecelakaan dalam penerbangan rute Long Bawan-Tarakan,” kata Lukman.
Lukman menambahkan, pesawat lepas landas dari Bandar Udara Long Bawan pada pukul 12.10 Wita dengan tujuan Bandar Udara Tarakan, membawa muatan BBM Pertamina, dan estimasi tiba di Tarakan pukul 13.15 Wita. Pilot sempat menyampaikan kepada petugas Air Traffic Control (ATC) Tarakan bahwa pesawat diperkirakan berada di posisi Abeam Malinau pada pukul 12.24 Wita sebelum musibah terjadi.
