Pekalongan, Jawa Tengah kembali diguncang insiden ledakan petasan yang menelan korban anak-anak. Sejumlah remaja belasan tahun dilaporkan mengalami luka serius, dengan satu korban harus dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap akibat cedera parah pada bagian mata.
Kronologi dan Penanganan Korban
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Buaran, AKP Sunarto, membenarkan kejadian tragis yang terjadi pada Jumat (20/2/2026) tersebut. Menurutnya, peristiwa bermula saat sekelompok anak di bawah umur tengah bermain petasan.
“Benar, kejadian berawal dari anak-anak yang bermain petasan. Ledakan tersebut mengenai korban dan mengakibatkan luka cukup serius, terutama pada bagian mata salah satu korban,” ungkap AKP Sunarto saat dikonfirmasi.
Para korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Islam (RSI) PKU Muhammadiyah Pekajangan untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Berdasarkan siaran pers dari RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan, dua pasien anak korban ledakan petasan dari lokasi berbeda tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) hampir bersamaan.
- Korban pertama, berinisial MAA (11), warga Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, mengalami luka robek dan cedera pada tangan kanan. Setelah perawatan awal, MAA dinyatakan perlu rawat inap untuk observasi dan perawatan intensif oleh dokter spesialis ortopedi.
- Korban kedua, berinisial MKF (14,5), warga Banyurip Ageng, mengalami cedera yang lebih serius. Pemeriksaan dokter menemukan luka robek signifikan pada bola mata sebelah kiri akibat trauma ledakan.
Manajer Pelayanan Medis RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan, Maria Ulfa, menjelaskan bahwa MKF memerlukan penanganan lanjutan dari dokter spesialis mata. “Karena terdapat luka robek pada bola mata sebelah kiri, pasien memerlukan penanganan spesialis mata lanjutan. Saat ini pasien dalam proses transfer ke rumah sakit rujukan,” kata Maria Ulfa dalam keterangan tertulisnya.
Selain kedua korban tersebut, AKP Sunarto juga menyebutkan adanya beberapa anak lain yang mengalami luka lecet akibat serpihan petasan. Para korban luka ringan ini telah mendapatkan perawatan jalan dan diperbolehkan pulang.
Penyelidikan Polisi Berlanjut
AKP Sunarto menegaskan bahwa kasus ledakan petasan ini masih dalam penanganan Polsek Buaran, yang berada di bawah wilayah hukum Polres Pekalongan Kota. Pihak kepolisian terus mendalami asal muasal petasan serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden tragis ini.
