Jakarta diguyur hujan lebat sepanjang hari Jumat, 20 Februari 2026, menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang dan aktivitas warga terganggu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini bahwa potensi hujan ekstrem ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga Minggu, 23 Februari 2026.
Intensitas hujan yang sangat lebat tercatat di beberapa wilayah, terutama Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, dengan curah hujan mencapai 150 mm/hari di sejumlah stasiun pengamatan. Akibatnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan setidaknya 15 titik genangan air di lima wilayah kota, dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 60 sentimeter.
Penyebab dan Peringatan BMKG
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa fenomena hujan lebat ini dipicu oleh aktifnya Monsun Asia yang membawa massa udara basah, ditambah dengan adanya daerah tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa. Kondisi ini memperkuat suplai uap air dan pembentukan awan hujan di wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jakarta.
“Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,” ujar Dwikorita dalam keterangan persnya pada Jumat sore. Ia juga menambahkan bahwa potensi angin kencang dan petir juga menyertai hujan lebat ini.
Selain itu, BMKG juga memperingatkan potensi banjir rob di wilayah pesisir Jakarta Utara akibat pasang air laut yang tinggi, yang dapat diperparah oleh curah hujan ekstrem.
Dampak dan Penanganan
Hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak pagi hari menyebabkan kemacetan parah di berbagai ruas jalan utama. Beberapa pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat, menghambat lalu lintas dan menyebabkan gangguan listrik di beberapa area terisolasi. Bahkan, beberapa penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sempat mengalami penundaan minor akibat jarak pandang yang terbatas.
Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, memastikan bahwa tim reaksi cepat telah disiagakan penuh di seluruh wilayah rawan genangan. “Tim kami telah disiagakan penuh di seluruh wilayah rawan genangan. Pompa-pompa air juga telah dioperasikan maksimal untuk mempercepat surutnya air,” kata Isnawa. Ia juga mengimbau warga di bantaran kali untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah mengaktifkan posko-posko pengungsian sementara dan menyalurkan bantuan awal bagi warga yang terdampak genangan. Warga diimbau untuk membersihkan saluran air di sekitar tempat tinggal masing-masing guna mencegah penumpukan air.
Antisipasi Lanjutan
Mengingat peringatan BMKG yang berlaku hingga Minggu, 23 Februari, warga Jakarta diminta untuk tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan hujan ekstrem lanjutan. Informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan penanganan bencana dapat diakses melalui kanal resmi BMKG dan BPBD DKI Jakarta.
