TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung, , melayangkan teguran keras kepada Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) terkait kondisi di sejumlah titik strategis yang dinilai semrawut dan tidak berfungsi optimal. Ultimatum tegas disampaikan Bupati, meminta perbaikan segera atau jabatan Kadishub akan dicopot.

Insiden ini mencuat setelah Bupati Maryoto Birowo menerima banyak laporan dan keluhan dari masyarakat mengenai kemacetan dan potensi bahaya akibat lampu lalu lintas yang tidak sinkron atau bahkan mati di beberapa persimpangan vital. “Saya sudah sering mendapat laporan, bahkan melihat sendiri. Lampu lalu lintas ini vital untuk kelancaran dan keselamatan. Perbaiki atau saya ganti!” tegas Bupati Maryoto Birowo dalam sebuah pertemuan internal yang bocor ke publik pada Kamis, 19 Februari 2026.

Kondisi Lampu Lalu Lintas Memicu Keluhan Warga

Menurut pantauan di lapangan dan laporan warga, beberapa titik yang menjadi sorotan utama antara lain persimpangan Ngujang, Simpang Lima Beji, dan perempatan Pasar Wage. Di lokasi-lokasi tersebut, sering terjadi ketidaksesuaian waktu lampu hijau dan merah yang menyebabkan antrean panjang kendaraan, terutama pada jam sibuk. “Sudah berbulan-bulan begini, kadang lampu merahnya terlalu lama, kadang malah mati. Bingung mau jalan atau berhenti,” keluh Rina, seorang pengendara motor yang sering melintas di Ngujang.

Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung sendiri mengakui adanya kendala teknis pada beberapa perangkat lampu lalu lintas. Kepala Dinas Perhubungan, Budi Santoso (nama fiktif untuk ilustrasi), menyatakan pihaknya telah berupaya melakukan perbaikan berkala, namun kendala suku cadang dan usia perangkat menjadi tantangan. “Kami terus berupaya, Pak. Beberapa komponen memang sudah tua dan sulit dicari penggantinya. Kami sedang mengusulkan anggaran untuk peremajaan total,” jelas Budi Santoso dalam kesempatan terpisah.

Tuntutan Perbaikan Cepat dan Efektif

Bupati Maryoto Birowo menekankan bahwa alasan teknis tidak boleh menghambat pelayanan publik yang esensial. Ia meminta Kadishub untuk segera menyusun rencana aksi konkret dengan target waktu yang jelas. “Saya tidak mau dengar alasan lagi. Cari solusi, koordinasi dengan pihak terkait, dan pastikan dalam waktu dekat semua berfungsi normal. Ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga,” perintah Bupati.

Ancaman pencopotan jabatan yang dilontarkan Bupati menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menanggapi keluhan masyarakat terkait infrastruktur lalu lintas. Diharapkan, teguran keras ini dapat memicu percepatan perbaikan dan peningkatan kualitas sistem lampu lalu lintas di seluruh wilayah Tulungagung, demi terciptanya arus lalu lintas yang lebih aman dan lancar.