Pemerintah Kota (Pemkot) Palu bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah memfasilitasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di pasar kuliner Ramadhan. Langkah ini diambil guna mempermudah transaksi dan mendorong digitalisasi keuangan di ibu kota Sulawesi Tengah.

Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhiddin, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian penting dari upaya digitalisasi keuangan. “Penggunaan QRIS bagian dari digitalisasi keuangan, lewat Pasar Ramadhan kami memasifkan penggunaan layanan tersebut,” kata Imelda di Palu, Kamis (19/2/2026).

Penyelenggaraan pasar kuliner Ramadhan yang berlokasi di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palu ini menyediakan dua opsi transaksi, yakni tunai dan non tunai. Hal ini menjadi alternatif bagi masyarakat seiring dengan masifnya dorongan digitalisasi keuangan.

Menurut data dari KPwBI Sulawesi Tengah, volume transaksi QRIS di Kota Palu pada triwulan IV 2025 mencapai sekitar 19 juta transaksi. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 142 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Imelda menambahkan, momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan jumlah transaksi non tunai. “Momentum ini kami manfaatkan untuk meningkatkan jumlah transaksi non tunai. Momen Ramadhan selama sebulan penuh sangat baik untuk menggenjot transaksi tersebut,” ujarnya.

Pasar kuliner Ramadhan ini melibatkan 192 UMKM, yang merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu, Imelda juga menyoroti aspek sosial dari kegiatan ini.

“Pasar Ramadhan juga menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat nilai sosial, silaturahmi dan semangat gotong royong,” ucap Imelda.

Sebagai bentuk dukungan, KPwBI Sulawesi Tengah menyediakan 300 kupon diskon setiap harinya bagi pengunjung yang melakukan pembayaran non tunai. Setiap lapak UMKM di pasar tersebut telah dilengkapi dengan kode QRIS untuk memudahkan transaksi.

“Pemerintah telah memfasilitasi, masyarakat silahkan memanfaatkan layanan itu. Setiap UMKM telah terpampang scan kode barang QRIS di lapak masing-masing,” pungkas Imelda.