Mataram – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menjamin ketersediaan blangko kartu tanda penduduk (KTP) elektronik tetap aman selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Sebanyak 5.000 keping blangko telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Disdukcapil Kota Mataram, Mansur, pada Senin (16/2/2026) menegaskan, “Stok blangko KTP elektronik saat ini dalam kondisi sangat aman, dengan persediaan di kisaran 4.000 hingga 5.000 keping.” Ia menambahkan, jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk melayani rata-rata 100 hingga 200 kunjungan per hari.
Meskipun layanan administrasi kependudukan tetap berjalan normal, Disdukcapil akan menyesuaikan jam operasional sesuai dengan surat edaran Wali Kota Mataram. Untuk unit kerja dengan lima hari kerja, jam layanan pada Senin hingga Kamis dimulai pukul 08.00–15.45 Wita dengan waktu istirahat pukul 12.00–12.30 Wita. Sementara pada Jumat, layanan berlangsung pukul 08.00–11.30 Wita.
Bagi unit kerja yang menerapkan enam hari kerja, jam operasional pada Senin hingga Kamis adalah pukul 08.00–14.00 Wita, Jumat pukul 08.00–11.00 Wita, dan Sabtu pukul 08.00–13.30 Wita. Secara keseluruhan, jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) akan dikurangi dari 37,5 jam menjadi 32,5 jam per minggu selama Ramadhan.
Mansur mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir. “Meski jam kerja menyesuaikan dengan surat edaran Wali Kota Mataram, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan blangko KTP. Kondisi blangko dan pelayanan semua aman,” ujarnya.
Mansur menjelaskan, tren permohonan KTP elektronik saat ini didominasi oleh dua kategori utama. Pertama, KTP pemula atau remaja yang baru memasuki usia 17 tahun menjadi angka tertinggi dalam permohonan KTP baru. Kedua, perbaikan identitas, di mana banyak warga melakukan pembaruan data seperti perubahan status pernikahan, pekerjaan, pindah domisili, hingga penggantian foto KTP karena alasan sebelumnya tidak berhijab dan kini menggunakan hijab.
“Dengan ketersediaan blangko yang mencukupi, masyarakat yang ingin melakukan perbaikan identitas silakan bisa datang langsung ke kantor kami,” kata Mansur.
Sebelumnya, pada akhir Desember 2025, Disdukcapil sempat membatasi layanan penerbitan KTP elektronik akibat keterbatasan blangko. Saat itu, penerbitan KTP diprioritaskan untuk permohonan baru.
“Sedangkan untuk perbaikan identitas diminta menunggu stok blangko normal. Tapi sekarang insyaallah, blangko aman,” pungkas Mansur, memastikan kondisi saat ini telah membaik.
