Perum Bulog secara agresif membidik pasar Arab Saudi dengan menawarkan produk Beras Haji Nusantara kepada para importir setempat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Bulog untuk memperluas jangkauan pasar pangan Indonesia, khususnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji dan umrah.
Penawaran tersebut dilakukan dalam acara “Bridging Supply and Service: Business Matching for Indonesian F&B Distributors and Hajj Catering Providers” yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, pada Sabtu, 14 Februari 2026. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa antusiasme yang diterima menjadi sinyal positif bagi peluang ekspor beras Indonesia.
“Setelah pemaparan dan uji cita rasa bersama para importir, respons yang kami terima sangat baik dan cukup menarik minat mereka,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani, seperti dikutip dari Tim Media Presiden di Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, para importir berkesempatan langsung mencicipi nasi yang dimasak dari beras Indonesia dan membandingkannya dengan produk dari negara lain. Hasilnya, Beras Haji Nusantara mendapat penilaian positif. Para importir mengapresiasi tekstur beras yang pulen, aroma yang baik, serta cita rasa yang dinilai sesuai dengan preferensi pasar Arab Saudi.
Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, Beras Haji Nusantara merupakan beras super premium yang diproduksi dari gabah segar hasil panen petani Indonesia. Proses produksinya menggunakan mesin penggilingan gabah modern dengan standar mutu tinggi, memastikan kadar air terjaga, tingkat pecahan rendah, serta telah melalui uji laboratorium dan memenuhi standar ekspor.
Bulog optimistis bahwa importir di Makkah, Madinah, dan Jeddah akan mampu menyerap beras Bulog dalam jumlah signifikan. “Ini merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi kami apabila Beras Haji Nusantara dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan jamaah haji. Harapan kami, langkah ini menjadi berkah bagi bangsa Indonesia sekaligus memperkuat posisi produk pangan nasional di pasar internasional,” jelasnya.
Penjajakan pasar ini selaras dengan target pemerintah untuk memulai ekspor beras premium ke Arab Saudi. Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan yang digelar pekan lalu, pemerintah telah menetapkan rencana pengiriman awal sebanyak 2.280 ton beras premium pada minggu ketiga Februari 2026.
Pengiriman tahap awal tersebut secara khusus ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji tahun ini. Selain itu, langkah ini juga menjadi pintu masuk awal bagi Indonesia dalam merambah rantai pasok pangan untuk sektor haji dan umrah di Arab Saudi.
