DOMPU – Wakil Bupati Dompu, Syirajuddin, menegaskan bahwa anak-anak harus ditempatkan sebagai subjek aktif dalam pembangunan daerah, bukan sekadar pelengkap. Pernyataan ini disampaikan Syirajuddin saat membuka Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Dompu periode 2026-2029 di Ruang Terbuka Hijau Karijawa pada Kamis.

Kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai Temu Anak Daerah ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, dunia pendidikan, serta 40 anak dari berbagai jenjang sekolah dasar hingga menengah atas yang mewakili sejumlah kecamatan di Kabupaten Dompu.

Anak sebagai Subjek Pembangunan

Syirajuddin menekankan pentingnya mendengarkan ide, kreativitas, dan kemampuan anak-anak. Keterlibatan mereka dalam proses pembangunan daerah dinilai krusial agar kebijakan yang dihasilkan lebih responsif terhadap kebutuhan generasi muda.

“Anak tidak boleh hanya dijadikan objek pembangunan, melainkan harus ditempatkan sebagai subjek aktif yang dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan mulai dari tingkat pusat hingga desa atau kelurahan,” ujar Syirajuddin.

Menurutnya, pelibatan anak dalam pembangunan tidak hanya akan melahirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan mereka, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda sebagai penerus pembangunan daerah di masa mendatang.

Peran Forum Anak Daerah

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu, Miftahul Su’adah, menjelaskan bahwa perwakilan Forum Anak Daerah yang terpilih akan berperan ganda. Mereka akan menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan aspirasi anak sekaligus membantu penanganan berbagai isu yang berkaitan dengan anak di tingkat kecamatan.

Miftahul Su’adah juga berharap FAD mampu berkontribusi dalam meminimalkan berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu kesejahteraan anak. Hal ini akan dilakukan melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi mengenai hak serta perlindungan anak.

Selain pembukaan forum, para peserta juga mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai hak dan perlindungan anak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda tentang peran strategis mereka dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Dompu yang ramah anak serta berdaya saing di masa depan.