Pengamat Tetap Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Riyad Mansour, resmi dinominasikan sebagai salah satu kandidat Presiden Sidang Majelis Umum (SMU) ke-81 PBB yang akan berlangsung pada tahun 2026. Nominasi ini menempatkan Mansour dalam persaingan untuk memimpin salah satu badan utama PBB.

Juru bicara Presiden SMU PBB, La Neice Collins, pada Selasa (10/2/2026) mengonfirmasi bahwa Sekretariat PBB telah menerima tiga nama calon. “Sekretariat telah menerima tiga nominasi untuk posisi Presiden Sidang Majelis Umum ke-81 … ketiga nominasi itu adalah Md. Touhid Hossain (BANGLADESH), Andreas S. Kakouris (SIPRUS), dan Riyad Mansour (NEGARA PALESTINA),” ujar Collins dalam pernyataannya.

Collins menambahkan bahwa pemilihan pemimpin SMU PBB mendatang akan berasal dari negara-negara di grup Asia Pasifik. Hal ini sesuai dengan sistem rotasi kewilayahan yang berlaku dalam organisasi internasional tersebut.

Dari ketiga kandidat yang diajukan, Mansour menjadi satu-satunya yang telah menyerahkan pernyataan visi dan misi jabatan. Dalam dokumen tersebut, ia menjabarkan prioritas, tujuan, serta isu-isu yang akan menjadi fokus utamanya jika terpilih sebagai Presiden SMU PBB.

Proses pemilihan Presiden SMU PBB ke-81 dijadwalkan akan dilaksanakan pada 2 Juni 2026. Pemungutan suara akan berlangsung di Aula Majelis Umum PBB, New York, Amerika Serikat.