Aktris Prilly Latuconsina menyampaikan permintaan maaf secara terbuka menyusul kontroversi yang muncul akibat penggunaan fitur #OpenToWork di akun LinkedIn pribadinya. Keputusan Prilly untuk menandai dirinya terbuka untuk peluang kerja baru menuai kritik tajam dari warganet, yang menilai tindakannya kurang berempati di tengah sulitnya mencari pekerjaan.

Kontroversi #OpenToWork Prilly Latuconsina di LinkedIn

Sebelumnya, status #OpenToWork yang diunggah Prilly Latuconsina di LinkedIn memicu gelombang reaksi publik. Dalam waktu singkat, unggahan tersebut mendatangkan lebih dari 30 ribu tawaran pekerjaan dari berbagai bidang. Namun, respons masif ini justru memicu kecaman, terutama dari para pencari kerja yang merasa geram.

Banyak netizen menilai langkah Prilly, yang sudah memiliki nama besar dan akses luas di industri hiburan, sebagai bentuk kurangnya empati. Mereka berpendapat bahwa Prilly tidak mempertimbangkan situasi sulitnya mencari lowongan pekerjaan bagi masyarakat umum. Beberapa komentar bahkan menyebutnya dengan istilah “cewek pick me”, sebuah istilah slang untuk perempuan yang dianggap berusaha keras mendapatkan validasi atau perhatian dengan cara menonjolkan diri.

Prilly Latuconsina Minta Maaf dan Klarifikasi

Menanggapi polemik tersebut, Prilly Latuconsina akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Selasa (3/2/2026). Dalam video tersebut, Prilly mengawali permintaan maafnya dengan nada serius dan penuh penyesalan.

“Hai semuanya, aku paham kalau situasi ini memunculkan banyak reaksi dan emosi. Aku juga mengerti kenapa sebagian dari kalian marah, kecewa, atau nggak nyaman,” ucapnya.

Ia melanjutkan dengan permintaan maaf yang tulus. “Pertama-tama aku minta maaf dengan tulus kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa nggak nyaman atau kesalahpahaman. Ini sama sekali bukan hal yang ingin aku ciptakan,” katanya.

Prilly mengaku menyadari sepenuhnya perbedaan posisi dan kesempatan yang dimilikinya dibandingkan kebanyakan orang. “Aku sadar posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang dan aku mengerti kenapa hal ini bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak,” tegasnya.

Prilly kemudian memberikan klarifikasi mengenai maksud di balik penggunaan fitur badge profesional tersebut. Menurutnya, tujuan utamanya adalah untuk memperluas jejaring kolaborasi lintas industri dan mencoba bidang-bidang baru.

“Terkait penggunaan fitur #OpenToWork aku ingin menggunakannya sebagai ruang kolaborasi lintas industri dan memperluas jejaring profesional terutama di bidang, atau ruang yang sebelumnya belum pernah aku coba,” jelas Prilly.

Ia menegaskan bahwa tindakannya tidak bermaksud mengambil kesempatan orang lain. “Ini bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapa pun, melainkan sebagai bagian dari proses belajarku dan upayaku untuk terus bertumbuh,” tutupnya.