Delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), akan kembali beroperasi mulai Senin, 18 Mei 2026. SPPG ini siap melayani kebutuhan gizi pelajar serta kelompok ibu menyusui, ibu hamil, dan balita melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah sempat ditangguhkan.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Buol, Syarif Pusadan, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah sebagian besar persyaratan administrasi, higiene sanitasi, dan izin laik higiene dinyatakan terpenuhi. Syarif memimpin rapat evaluasi persiapan operasional SPPG di Leok II pada Kamis (14/5).

“Rencananya operasional SPPG ini mulai berjalan kembali Senin (18/5) mendatang setelah sebagian besar persyaratan administrasi, higiene sanitasi, dan izin laik higiene dinyatakan terpenuhi,” kata Syarif Pusadan.

Sebelumnya, delapan SPPG di Buol sempat diberhentikan sementara operasionalnya karena belum memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Kini, Pemkab Buol berkomitmen penuh untuk memastikan program berjalan sesuai standar keamanan pangan.

Syarif Pusadan menekankan pentingnya pengawasan yang ketat dari pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan setempat dalam seluruh tahapan operasional SPPG. “Pengawasan itu mulai dari penerimaan bahan pangan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat,” ucapnya.

Ia menambahkan, delapan SPPG di Kabupaten Buol telah memenuhi persyaratan operasional, sementara satu unit lainnya masih dalam tahap persiapan dan penelitian. “Harapannya Program MBG di Buol bisa berjalan optimal untuk mendukung peningkatan kesehatan, gizi, dan kualitas generasi muda di daerah,” ujarnya.

Selain itu, Syarif juga menyoroti perlunya penguatan koordinasi lintas sektor. Hal ini mencakup pengawasan lingkungan, stabilitas pasokan pangan, serta keterlibatan pelaku usaha lokal dalam mendukung kebutuhan operasional SPPG setiap harinya.

“Pemerintah daerah pastinya berkomitmen mendukung pelaksanaan program berjalan sesuai standar keamanan pangan, transparan, dan tepat sasaran demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Syarif.

Delapan SPPG yang sebelumnya ditutup sementara karena masalah IPAL tersebut adalah:

  • SPPG Buol Biau Kali
  • SPPG Buol Karamat Busak I
  • SPPG Buol Biau Buol
  • SPPG Buol Bokat Doulan
  • SPPG Buol Biau Kulango
  • SPPG Buol Biau Leok II 2
  • SPPG Buol Biau Leok II
  • SPPG Buol Bokat Bongo