Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, mengajak seluruh lintas sektor untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan penguatan sektor pertanian di wilayah tersebut. Ajakan ini disampaikan Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae dalam Forum Kemitraan Multipihak (FKMP) yang membahas Iklim dan Ketangguhan Petani di Kabupaten Sigi, Kamis (7/5/2026).
Bupati Rizal Intjenae, didampingi Kepala Bapperida Sigi, menegaskan pentingnya sinergi. “Jadi memang pentingnya membangun sinergi antara pemerintah daerah, NGO, komunitas, akademisi hingga pelaku usaha dalam memperkuat ketahanan petani di tengah ancaman perubahan iklim saat ini,” ujar Rizal saat ditemui awak media di Dolo.
Pengembangan Pertanian Berbasis Lingkungan
Rizal menuturkan, pengembangan pertanian di Kabupaten Sigi perlu berbasis lingkungan dan pertanian organik. Langkah ini diyakini dapat meningkatkan kualitas hasil produksi sekaligus menjaga keberlanjutan alam.
“Ke depan memang perlu bersama-sama menjaga kawasan lingkungan dan daerah penyangga agar tidak menimbulkan dampak kerusakan terhadap ekosistem, termasuk ancaman terhadap kawasan danau dan sumber air masyarakat, apalagi dengan adanya el nino saat ini,” ucapnya.
Ia mengemukakan, pembangunan daerah tidak hanya terkait pertumbuhan ekonomi semata. Pembangunan juga harus berfokus pada perubahan pola pikir masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan berwawasan lingkungan.
Langkah Konkret dan Dukungan Pusat
Menurut Rizal, harus ada langkah konkret dan rekomendasi bersama yang dapat diimplementasikan oleh pemerintah daerah dan seluruh mitra pembangunan di Kabupaten Sigi. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri.
“Tentunya pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama untuk memastikan pertanian menjadi kekuatan ekonomi masyarakat Sigi di masa mendatang,” sebutnya.
Rizal berharap seluruh lintas sektor dapat bekerja sama untuk menghadapi tantangan iklim sekaligus memperkuat kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. Kabupaten Sigi sendiri memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya komoditas kakao dan kopi, yang mampu bersaing apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah daerah telah menerima bantuan 1,5 juta bibit kakao dari pemerintah pusat. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya penguatan sektor perkebunan rakyat di Kabupaten Sigi. Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan setempat, luas lahan kakao di Sigi mencapai 27.885 hektare.
