Taslim, seorang qori muda berbakat dari Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dipastikan akan mewakili Indonesia dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional Pemuda Masjid Dunia tahun 2026. Prestasi ini diraih setelah Taslim berhasil menjadi Juara I dalam seleksi tingkat provinsi.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian Taslim. “Kami mengapresiasi prestasi saudara Taslim yang mengharumkan nama bangsa mengikuti ajang internasional di bidang keagamaan,” kata Erwin di Parigi, Selasa (5/5/2026).
Taslim mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara I pada Seleksi MTQ Internasional Pemuda Masjid Dunia utusan Sulawesi Tengah yang digelar Kamis, 30 April 2026. Ia berhasil memperoleh nilai tertinggi mencapai 95, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai qori terbaik yang akan membawa nama Indonesia di kancah global. Dalam ajang bergengsi tersebut, Taslim berjuang bersama Sunarti Larisa, seorang qoriah asal Kota Palu, untuk mewakili Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Sulawesi Tengah.
Erwin Burase menambahkan bahwa Taslim adalah representasi kualitas pemuda daerahnya. “Sosok Taslim adalah representasi dari kualitas pemuda Parigi Moutong yang religius dan berdaya saing global,” ujarnya. Menurut Erwin, nilai 95 yang diraih Taslim bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari dedikasi dan kecintaan luar biasa terhadap Al-Quran.
Selain dukungan dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) juga turut memberikan dukungan penuh. Pemprov Sulteng menyiapkan kebutuhan transportasi, penginapan, hingga akomodasi bagi kedua delegasi, Taslim dan Sunarti Larisa. Dukungan fasilitas ini diberikan Gubernur Sulteng untuk memastikan kedua perwakilan dapat fokus memberikan performa terbaik mereka.
Indonesia didapuk menjadi tuan rumah dalam perhelatan akbar MTQ Internasional Pemuda Masjid Dunia, yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 23 hingga 25 Mei 2026. Acara tersebut akan bertempat di Masjid Istiqlal Jakarta. Bupati Erwin Burase berharap Taslim dapat membawa pulang gelar juara. “Semoga mahkota juara dapat dibawa pulang untuk mengharumkan nama Sulawesi Tengah dan Indonesia di mata dunia,” ucapnya.
Taslim, pria kelahiran Desa Gio, Kecamatan Moutong, pada 2 Desember 1992, merupakan putra dari pasangan Tarif dan Ny. Herlina L.
