Di tengah hiruk pikuk persiapan ibadah haji, sebuah kelompok relawan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, hadir dengan semangat pengabdian yang luar biasa. Mereka adalah Relawan Jamaah Haji Kota Bima, yang mendedikasikan waktu dan tenaga untuk membantu calon jemaah haji (JCH) tanpa mengharapkan imbalan sepeser pun. Fenomena ini menjadi sorotan, bahkan diklaim sebagai satu-satunya di Indonesia, menunjukkan betapa kuatnya nilai keikhlasan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Nuraini MPd, seorang guru di SMAN 4 Kota Bima sekaligus dosen di Universitas Muhammadiyah Bima, menjadi salah satu dari sepuluh relawan yang terpanggil. Ia mengungkapkan bahwa keterlibatan mereka bermula dari rasa empati mendalam terhadap para JCH, khususnya mereka yang sudah lanjut usia. “Jiwa kami terpanggil. Kami seperti berada di Tanah Suci ketika sudah bersama JCH,” ujar Nuraini pada Jumat (1/5/2026).
Kelompok Relawan Jamaah Haji Kota Bima ini beranggotakan sepuluh orang, dengan latar belakang profesi yang beragam. Ada ASN, perawat, wiraswasta, ibu rumah tangga, hingga pegawai bank, yang sebagian besar merupakan jemaah haji tahun 2025. Meskipun telah lama beraksi secara informal, kelompok ini baru mendapatkan Surat Keputusan (SK) resmi dari Kementerian Agama Kota Bima dan dilantik oleh Wakil Wali Kota Bima pada musim haji 2026. Pengakuan formal ini memperkuat peran mereka dalam pelayanan haji daerah.
Dalam menjalankan tugasnya, para relawan ini aktif mendampingi jemaah sejak awal keberangkatan hingga proses pemulangan. Mereka bahkan turut mengantar jemaah hingga ke Asrama Haji Lombok, memastikan setiap kebutuhan, terutama bagi lansia, terpenuhi dengan baik.
Kepala Kementerian Agama Kota Bima, H. Eka Iskandar, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi luar biasa para relawan tersebut. Ia menegaskan, “Luar biasa dedikasi relawan ini. Bahkan satu-satunya di Indonesia.” Yang lebih menginspirasi, seluruh relawan bekerja secara sukarela tanpa menerima imbalan finansial. Bahkan, perlengkapan seperti rompi dan kartu identitas mereka sediakan sendiri secara mandiri.
Eka menambahkan, “Mereka ini merupakan para jamaah haji. Mereka ikut terpanggil melihat kondisi JCH yang lansia, yang sudah tak kuat berjalan.” Kehadiran Relawan Jamaah Haji Kota Bima tidak hanya meringankan tugas pemerintah, tetapi juga menjadi teladan nyata nilai keikhlasan dan kepedulian sosial yang patut dicontoh di seluruh penjuru Indonesia.
